::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Jahat pada Alam, Cermin Kekafiran Seseorang

Kamis, 10 Mei 2018 06:28 Quote Islami

Bagikan

Jahat pada Alam, Cermin Kekafiran Seseorang
Kekafiran seseorang tercermin dari perilaku jahatnya pada alam; baik kejahatan material seperti merusak lingkungan, mencuri hasil hutan (illegal loging), dan segala jenis perusakan di muka bumi; maupun kejahatan moral, semisal menuruti hawa nafsu, berbuat zalim, melanggar perjanjian, memanipulasi data, dan lain-lain. (Abdurrahman Wahid, dalam buku "Fatwa dan Canda Gus Dur")

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tidak menganggap orang yang mengaku beriman secara otomatis baik. Keimanan tersebut mesti dibuktikan dalam wujud perilaku sehari-hari, termasuk dalam relasinya dengan alam. Mengimani Allah sebagai tuhan semesta alam (rabbul 'alamin) seharusnya berbuah sikap peduli terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari makhluk Allah. Perilaku jahat manusia terhadap alam menandakan keroposnya iman seseorang yang dalam bahasa Gus Dur disebut "kekafiran".

Gus Dur memaknai kekafiran melintas dari apa yang selama ini dipahami sebagai hal yang berkaitan dengan akidah. Kafir bermakna "tertutup" (dari kebenaran). Dalam pengertian yang luas, segala sikap yang mencerminkan tindak ketidakbenaran termasuk dalam kategori kekufuran. Wallahu a'lam.