::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Kecenderungan Manusia untuk Merusak Lingkungan

Ahad, 29 April 2018 07:49 Quote Islami

Bagikan

Kecenderungan Manusia untuk Merusak Lingkungan

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

“Dan bila manusia memegang kuasa, ia berjalan di bumi untuk berbuat kerusakan di atasnya, serta menghancurkan tanam-tanaman dan binatang ternak. Dan Allah tidak menyukai kerusakan. (QS al-Baqarah: 205)

Para mufassir menyajikan sejumlah makna terkait kata “tawallâ”. Bisa bermakna menguasai atau memegang kekuasaan, bisa juga berarti berpaling. Tapi mereka sepakat bahwa perusakan  di bumi adalah tindakan yang menyimpang dari syariat Islam. Dalam ayat itu disebut sebagai tindakan yang dibenci Allah.

Manusia punya kecenderungan untuk menundukkan alam kala memiliki kapasitas untuk itu. Sifat-sifat tercela, seperti serakah, egois, dan kepentingan duniawi lainnya membuat manusia lupa bahwa alam juga makhluk Allah yang butuh kasih sayang. Keseimbangan alam tergantung pada perilaku manusia terhadapnya. Ketika nafsu mengeruk kekayaan, mengeksploitasi sumber daya bercokol dalam diri, maka yang keluar adalah praktik-praktik destruktif. Akibatnya buruknya pun kembali pada manusia.