::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Risalah Ash-Shiyam, Kitab Pegon Pedoman Puasa Karya Ulama Kendal

Selasa, 22 Mei 2018 11:30 Buku

Bagikan

Risalah Ash-Shiyam, Kitab Pegon Pedoman Puasa Karya Ulama Kendal
Puasa di Bulan Ramadhan merupakan salah satu ibadah wajib yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Dalam menjalankan ibadah puasa, ada ketentuan-ketentuan khusus yang membedakan antara pelaksanaan ibadah puasa dengan ibadah-ibadah yang lain, dan juga antara ibadah puasa yang dijalankan umat Islam dengan ibadah-ibadah puasa yang dijalankan oleh umat beragama lain.

Bagi orang awam, ilmu tentang ketentuan-ketentuan berpuasa yang bisa menjaga sah-nya sebuah puasa, maupun menjaga keutamaan sebuah puasa sangat lah penting. Sehingga, Simbah Kiai Haji Ahmad Abdul Hamid pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Kendal, yang juga merupakan Imam Masjid Besar Kendal ini, tergerak hatinya untuk menyusun sebuah kitab tentang panduan berpuasa. 

Atas dasar rasa empatinya terhadap keberagamaan orang-orang muslim awam di Nusantara khususnya dalam hal puasa tersebut, Mbah Kiai Hamid Kendal menyusun sebuah kitab bertuliskan Arab Pegon yang membahas tentang persoalan puasa, yaitu Risalah Ash-Shiyam. Kitab ini merupakan panduan praktis berpuasa bagi umat Islam Nusantara.

Tujuan beliau menulis kitab tersebut adalah supaya umat Islam Nusantara semakin giat untuk berpuasa, beribadah dan menjalankan kebaikan di bulan Ramadhan, sebagaimana yang tersurat dalam mukadimah kitab:

رِسَالَةُ الصِّيَامْ ڤُوْنِيْكَا مِيْنَوڠْكَا كَڠْڮَيْ تُونْتُونَانْ دَاتٓڠْ ڤَارَا سٓدَيْرَيكْ مُسْلِمِيْنْ تُوِينْ مُسْلِمَاتْ إِڠْكَڠْ سَامِي بٓتَاهَاكٓنْ، سُوْڤَادَوْسْ نَمْبَاهْ ڮِيْيَاتْ (سٓرٓڮٓڤْ) اَڠْڮَينْ إِيْڤُونْ تُوْمِينْدَاءْ عِبَادَةْ وَونْتٓنْ وُوْلَنْ إِڠْكَڠْ مُولْيَا (رَمَضَانْ)

Artinya: Kitab Risalatus Shiyam ini merupakan kitab pedoman bagi saudara-saudara muslimin muslimat yang membutuhkan, supaya menambah giat dalam beribadah di bulan yang mulia (Ramadhan).

Di dalam khazanah keilmuan Islam Nusantara, dikenal beberapa kitab panduan beribadah praktis yang ditulis oleh ulama-ulama Nusantara, seperti: kitab pegon panduan shalat yang ditulis oleh Simbah Kiai Haji Asnawi Kudus berjudul Fasholatan, kitab pegon panduan shalat dan haji yang ditulis oleh Simbah Kiai Haji Bisri Mustofa Rembang berjudul Qawa’id Bahiyyah Tuntunan Shalat, Manasik Haji, dan lain sebagainya.

Dan Risalah Ash-Shiyam merupakan kitab praktis panduan ibadah puasa bagi umat Islam Indonesia, yang mudah dipahami oleh orang-orang awam. Menurut Simbah Kiai Bisyri Mustofa Rembang, penulis Tafsir Pegon Al-Ibriz, kitab Risalah Ash-Shiyam ini sangat cocok dijadikan pedoman berpuasa untuk kaum muslimin muslimat Nusantara, karena pembahasan-pembahasannya dilandaskan kepada kitab-kitab Ahlussunnah wal Jama’ah yang mu’tabarah, bahasanya gamblang dan mudah dipahami, serta disusun secara sistematis.

Kitab Risalah Ash-Shiyam ini berisi tentang beberapa pembahasan, antara lain: tentang dalil wajib puasa Ramadhan, kemuliaan bulan Ramadhan, kemuliaan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, tatacara mengetahui awal Ramadhan, syarat-syarat sah berpuasa, syarat-syarat wajib berpuasa, rukun-rukun berpuasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hal-hal yang mewajibkan qadha’ puasa dan membayar kaffarah, hal-hal yang membatalkan puasa yang mewajibkan qadha’ namun masih tetap harus melanjutkan berpuasa, jenis-jenis alasan yang membolehkan untuk membatalkan puasa, hal-hal sunnah dalam berpuasa, derajat orang berpuasa, hikmah berpuasa, tatacara shalat tarawih, keutamaan membaca al-Qur’an di bulan Ramadhan, penjelasan tentang Nuzulul Qur’an, penjelasan tentang Lailatul Qadar, kewajiban berzakat, zakat fitrah., shalat Id dan persoalan-persoalan penting lainnya. 

Dari sisi bentuknya memang kitab Risalah Ash-Shiyam terbilang kecil. Namun dari sisi kontennya, kitab ini sangat berbobot karena pembahasannya detil dan mendalam.Pada setiap pembahasan, Simbah Kiai Hamid Kendal selalu menyertakan landasan dari ayat-ayat al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabawi.

Selain itu, kitab ini juga dilengkapi dengan doa-doa dan dzikir praktis yang dibutuhkan oleh orang-orang awam dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, seperti bacaan niat berpuasa, doa ketika berbuka, dzikir dan doa setelah menjalankan shalat tarawih dan lain-lain.

Kitab Risalah Ash-Shiyam ini menunjukkan, betapa Simbah Kiai Hamid Kendal, yang konon mencetuskan kalimat penutup yang populer di kalangan Nahdliyin wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq itu, sangat peduli kepada umat.

Beliau benar-benar kiai yang al-ladzina yandhuruna ilal ummah bi ‘ainir rahmah, memandang umat dengan pandangan kasih sayang. Simbah Kiai Ahmad Abdul Hamid dilahirkan di Kendal pada tahun 1915 M, dan wafat pada 14 Februari 1998 M bertepatan dengan 16 Syawal 1418 H. (lahul fatihah)

Kitab Risalah Ash-Shiyam ini selesai ditulis di Kendal pada 5 Oktober 1956 M yang bertepatan dengan 1 Rabi’ul Awal 1376 H. Diterbitkan oleh percetakan Thoha Putra Semarang dengan ketebalan 76 halaman. Wallahu a’lam bisshawab

Sahal Japara, pemerhati aksara Arab Pegon, khadim di Yanbu’ul Qur’an 1 Pati