::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Israel Akan Bangun 2500 Rumah Baru di Tepi Barat

Jumat, 25 Mei 2018 01:00 Internasional

Bagikan

Israel Akan Bangun 2500 Rumah Baru di Tepi Barat
foto: AP
Tel Aviv, NU Online
Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan bahwa dia akan meminta persetujuan pembangunan 2.500 rumah baru pekan depan di Tepi Barat, sebuah wilayah Palestina yang diduduki Israel. 

Melalui akun Twitternya, Lieberman mengumumkan bahwa badan perencanaan regional akan segera diminta untuk merancang 1.400 rumah. 

“Kami akan mempromosikan pembangunan di seluruh Yudea dan Samaria, dari utara ke selatan, di komunitas kecil dan di komunitas besar,” kata Lieberman, dilansir Reuters, Kamis (24/5).

Sementara itu, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu menegaskan bahwa langkah yang diambil menteri pertahanan Israel itu telah menghambat proses perdamaian kedua negara itu. 

“Keputusan Lieberman adalah sebuah pesan Israel kepada dunia, Pengadilan Pidana Internasional, PBB dan organisasi hak asasi manusia bahwa Israel menggagalkan semua upaya internasional yang dilakukan untuk menyelamatkan proses perdamaian,” kata Nabil.

Memang, pemukiman adalah salah satu persoalan kunci yang menyebabkan proses perundingan damai Israel dan Palestina tidak kunjung terwujud. Pihak Palestina menginginkan wilayah Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza menjadi kota-kota masa depannya ketika mereka merdeka kelak.

Mayoritas negara menilai wilayah-wilayah yang diduduki Israel itu adalah ilegal. Israel membantah tuduhan ini. Menurutnya, masa depan mereka harus dibicarakan dalam perundingan damai dengan pihak Palestina.

Saat ini, ada sekitar 500 ribu warga Israel yang tinggal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Lebih dari 2,6 juta warga Palestina juga menetap di wilayah itu. (Red: Muchlishon)