::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Kampung Mengajak Ayahnya ke Dokter

Sabtu, 26 Mei 2018 12:00 Humor

Bagikan

Santri Kampung Mengajak Ayahnya ke Dokter
Ilustrasi humor.
Imron, santri kalong di sebuah kampung yang setiap hari ngaji bolak-balik tanpa menginap di pondok suatu ketika mengantarkan ayahnya ke klinik terdekat karena kena diare.

Bagi ayahnya Imron, diare merupakan istilah yang belum diketahuinya. Bahkan gejala mual dan muntah-muntah tersebut jarang didapatkannya.

“Nanti kalau sudah tiba di klinik dan ketemu dokter, sebutkan saja apa yang bapak rasakan ya,” ucap Imron memandu ayahnya.

“Kirain dokter langsung saja memeriksa, Mron dan dia tahu penyakitnya. Tanpa kita harus menjelaskan kepadanya,” ujarnya polos.

“Udah pak, ikuti kata Imron saja ya,” kata Imron diikuti anggukan ayahnya.

Tibalah mereka ke klinik. Tanpa harus mengantre lama, ayahnya Imron mendapat giliran untuk diperiksa sang dokter.

“Sakit apa pak?” tanya dokter yang terlihat bertubuh tambun itu.

Anu dok, mual-mual dan muntah-muntah,” jawab ayah Imron.

“Terus, buang air besarnya bagaimana?” dokter bertanya lagi.

“Seperti biasa dok, jongkok.” (Ahmad)