::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Ramadhan, SMP N 3 Wanasari Gelar Pesantren Kilat

Senin, 28 Mei 2018 22:30 Daerah

Bagikan

Ramadhan, SMP N 3 Wanasari Gelar Pesantren Kilat
Kepala SMP 3 Wanasari, Murniasih
Brebes, NU Online
SMP Negeri 3 Wanasaari Kabupaten Brebes Jawa Tengah bulan Ramadhan 1439 Hijriyah ini menggelar pesantren kilat (sanlat) untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para siswa. Pesanteren kilat   dibimbing para ustadz dari luar sekolah, dengan harapan pembelajarannya benar-benar sesuai dengan tradisi pesantren.

“Kami mendatangkan ustadz pesantren sehingga bisa menularkan ilmunya sesuai dengan ajaran yang berlaku di pesantren,” ujar Kepala SMP N 3 Wanasari Murniasih saat berbincang dengan NU Online di ruang kerjanya, Sabtu (26/5).

Murniasih menjelaskan, Sanlat digelar mulai Senin 28 Mei sampai 5 Juni 2018. Dalam pesantren kilat ini, siswa diajak untuk mempelajari baca tulis qur'an, tartil, qiroah, tahfidh dan kaligrafi. Dari lima materi tersebut para siswa memilih materi yang dikehendakinya sesuai dengan bakat dan kemampuannya. 

“Untuk materi ceramah, diikuti seluruh siswa secara klasikal,” terang Murniasih yang juga mantan Ketua PC Fatayat NU Kota Tegal.

Materi ceramah, lanjutnya, difokuskan pada permasalahan toharoh atau kebersihan. Karena terbukti para siswa SMP masih glepotan dalam persoalan wudlu, haid, nifas, dan kebersihan lainnya. Padahal Allah SWT menyukai kebersihan maka umatnya juga harus bersih lahir dan batin. 

Asih demikian panggilan akrabnya, juga bertekad menekankan pentingnya pembelajaran ahlakul karimah kepada para siswa. Sehingga siswa selagi masih sekolah maupun selepas sekolah memiliki dasar akhlak yang mulia. Tidak brutal, gampang dipengaruhi orang lain dan juga terhindar dari budaya punk maupun tawuran.

Hal ini mendasari penerapan visi sekolah yakni tinggi dalam mutu dan santun dalam prilaku. Otak boleh Jerman, tetapi hati tetap Indonesia. (Wasdiun/Muiz)