::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Alasan Dua Warga Jepang Masuk Islam di PBNU

Selasa, 29 Mei 2018 06:30 Internasional

Bagikan

Alasan Dua Warga Jepang Masuk Islam di PBNU
Toshikazu Watabe (bersalaman dengan Kiai Said) dan Yoshinori Aoki (tengah) mengikrarkan masuk Islam, Senin (28/5).
Jakarta, NU Online
Dua pria warga negara Jepang Yoshinori Aoki dan Toshikazu Watabe mengikrarkan masuk Islam di PBNU. Proses masuk Islam keduanya dibimbing oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj, Senin (28/5). 

(Baca: Kiai Said Tuntun Dua Pria Jepang Masuk Islam)
Sebelum melalui proses yang bersejarah itu, Yoshinori Aoki dan Toshikazu Watabe, menceritakan secara khusus kepada NU Online alasan mereka masuk Islam. “Kalau saya pribadi, saya tahu banyak informasi tentang Islam. Yang diajarkan dari Islam adalah keramahan,”  tutur Yoshinori di ruang Perpustakaan PBNU.

Gedung PBNU dipilih sebagai tempat mengikararkan keislamannya, karena dahulu ayahnya pernah bertemu dengan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). Dari ayahnya, Yoshinori tahu banyak tentang NU. NU adalah organisasi Islam yang dikenal keramahan dan kebaikannya.

“Saya ingin mengikuti ayah saya,” tutur Yoshinori yang berbicara dalam bahasa Jepang dan diterjemahkan oleh Alfian.

Yoshinori mengaku pernah datang ke Indonesia sepuluh tahun lalu, mengatakan ayahnya dan Gus Dur pernah merintis pengenalan budaya Jepang kepada kerajaan dan kesultanan di Indonesia. 

“Jadi saya atas nama pribadi ingin lebih dekat dengan PBNU. Ingin menyambungkan sejarah karena ayah saya sudah masuk Islam,” kata pria yang aktif di himpunan pengusaha muda di Jepang.

Yoshinori bahkan menunjukkan kepada NU Online foto ayahnya berpose dengan Gus Dur.

(Baca: Moeldoko Sowan PBNU, Ini yang Dibahas)
Adapun Toshikazu Watabe, mengaku tertarik dengan Islam karena mendengar cerita dari Yoshinori. “Saya teman karib Yoshinori. Banyak mendengar tentang NU, lalu ajaran Islam yang ada di NU, yang ramah dan hangat,” kata Toshikazu yang baru pertama datang ke Indonesia.

Kedatangan kedua warga Jepang tersebut bersamaan dengan kunjungan Jenderal Moeldoko ke PBNU. Alfian, warga Indonesia yang menyambungkan komunikasi NU Online dengan Toshikazu dan Yoshinori menuturkan, kedua warga Jepang itu heran dan bertanya mengapa Jenderal Moeldoko terlihat santai dan bebas memasuki Gedung PBNU tanpa pengawalan yang ketat dari satpam PBNU.

Alfian mengatakan kepada kedua warga Jepang itu bahwa warga Indonesia, termasuk PBNU tidak perlu mengawal ketat seorang tamu.“Mendengar jawaban saya, mereka lebih bengong lagi,” kata Alfian.

“Ternyata orang Indonesia ramah dan berpikiran positif,” sambung Alfian menirukan Toshikazu.

Prosesi masuk Islam kedua warga Jepang itu disaksikan antara lain oleh Ketua PBNU H Eman Suryaman dan KH Basyuni Kanali. Setelah masuk Islam, Yoshinori Aoki kemudian diganti menjadi Abdul Hamid, dan Toshikazu Watabe berubah nama menjadi Abdul Karim. (Kendi Setiawan)