::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Firjoun: Gerakan Radikal Dipicu Doktrin yang Salah

Sabtu, 02 Juni 2018 09:45 Daerah

Bagikan

Gus Firjoun: Gerakan Radikal Dipicu Doktrin yang Salah
Jember, NU Online
Gerakan radikal yang menjelma dalam aksi barbar berupa tindak  kekerasan, bahkan bom bunuh diri sesungguhnya tidak mempunyai referensi apapun dari sisi agama, baik  al-Qur’an maupun hadits. 

Gerakan radikal terjadi akibat penafsiran yang salah terhadap perintah agama. Hal tersebut diungkapkan KH Muhammad Balya Firjoun Barlaman saat menyampaikan  mauidlah kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila di aula LP3M Universitas Jember, Jumat (1/6).

Menurutnya, penafsiran yang salah terhadap perintah jihad yang kemudian menjadi doktrin di kalangan kelompok radikal, menjadi pemicu timbulnya semangat militan di kalangan manusia radikal. “Penafsiran yang salah tersebut adalah memaknai jihad dengan perang,” ungkap Gus Firjoun. 

“Itu doktrin yang salah terhadap ajaran agama, dan tentu membawa dampak pada perbuatan atau tindakan yang salah pula. Itu adalah cermin bagaimana seseorang kehilangan arah yang benar dalam perjalanan hidupnya,” jelasnya.

Putra mantan Rais Aam PBNU,  almaghfurlah KH Achmad Shidiq tersebut menegaskan bahwa kondisi bangsa saat ini adalah damai, bukan dalam kondisi perang. 

“Sehingga menafsirkan jihad dengan arti perang, jelas nyata-nyata salah. Justru, umat Islam dan segenap lapisan masyarakat perlu menjaga dan menciptakan kedamaian di tengah-tengah masyarakat sebagai perwujudan Islam rahmatal lil ‘alamin,” urainya. 

Dalam pandangannya, semua pihak wajib menjaga kondisi kehidupan damai, lebih-lebih umat Islam yang dituntut untuk cinta damai, bukan cinta kekerasan, “Apalagi sampai bom bunuh diri. Itu sama sekali bukan jihad,” tegasnya.

Acara yang mengusung tema Melawan Radikalisme: Menumbuhkan Ujaran Cinta untuk Sesama tersebut dihadiri kalangan mahasiswa dan tokoh masyarakat. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi