NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tentang Malam Nuzulul Qur’an

Ahad, 03 Juni 2018 09:45 Puisi

Bagikan

Tentang Malam Nuzulul Qur’an
Ilustrasi Al-Qur'an (via ok.ru)
Langit dunia siap dipantuli Cahaya Al-Qur'an karena orang-orang beriman sedang berpuasa di bulan Ramadhan.

Seandainya saja bulan Ramadhan Al-Qur'an turun tanpa disambut dengan puasa, dunia ini bisa hangus terbakar tak mampu menerima Cahaya Al-Qur'an.

Al-Qur'an diturunkan pada Malam Qadar, ibarat tumbu ketemu tutup. Al-Qur'an ibarat matahari, harus memantulkan keindahannya pada bulan.

Malam adalah menyibakkan selimutnya berubah seakan siang semua karena Al-Qur'an. Maka malam itu lebih utama dibanding 1000 bulan.

Al-Qur'an turun total malam itu karena kesempurnaan agama-Nya dilimpahkan pada umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang menjadi pusat gravitasi makhluk dunia akhirat. Dan umatnya juga sempurna. Maka berpestalah jiwa-jiwa suci malam itu.

Bagaimana Lailatul Qadar tidak lebih dahsyat dibanding seribu purnama, sedang ahli maksiat yang beriman saja jika disingkap hatinya, seribu matahari pun akan redup. Bagaimana jika yang disibak adalah hati orang shaleh? Akhirat kan bercahaya.

Bagaimana tidak 70 ribu lapisan Cahaya dan Kegelapan yang menirai-Nya, satu lapis tirai kegelapan tersingkap saja manusia merasa bertemu Tuhannya. Padahal masih puluhan ribu perjalanan Nur yang harus ditempuhnya. Oh, malam itu tiada terbayang.

KH M. Luqman Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat