::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Doa-doa Nabi Ibrahim di Makkah

Senin, 04 Juni 2018 03:00 Hikmah

Bagikan

Doa-doa Nabi Ibrahim di Makkah
foto: danish.net
Nabi Ibrahim melakukan serangkaian perjalanan bolak-balik antara Palestina dan Makkah sebanyak empat kali. Pertama, ketika membawa isterinya, Hajar, dan anaknya, Ismail, yang masih bayi. Di waktu inilah air Zamzam keluar.

Kedua, perjalanan ketika Ismail beranjak dewasa. Keduanya kemudian membangun membangun Ka'bah. Ketiga, ketika Ismail sudah beristeri pertama dengan perempuan dari suku Jurhum. Keempat, ketika Ismail beristeri baru setelah menceraikan isteri pertama karena ketidakcocokan dan atas desakan ayahnya karena ketidakcocokan itu. 

Ketika Nabi Ibrahim pertama kali datang ke satu lembah yang tandus yang masih belum ada penduduk, Ismail masih kecil. Nabi Ibrahim berdoa dengan dua permintaan, pertama, agar  kawasan di lembah itu pada satu saat nanti menjadi satu kota yang aman. (lihat redaksi Al-Qur'an: baladan tanpa al atau lam ta'rif) 

Permintaan kedua, agar penduduknya baik muslim maupun kafir mendapat limpahan rezeki. (lihat Al-Baqarah: 126). 

Doa ini dikabulkan oleh Allah sehingga kawasan ini menjadi kota yang  ramai (lihat redaksi Al-Balad dengan al atau lam ta'rif) dengan pendatang baru yang penduduknya heterogen, di antara mereka banyak  orang-orang musyrik. 

Ketika itu anaknya  Ismail sudah beranjak dewasa,  pada saat itulah Nabi Ibrahim berdoa lagi kepada Allah dengan enam permintaan (Ibrahim : 35). 

Pertama, agar kota Makkah menjadi aman dan tenteram. Kedua, keluarganya dijauhkan dari kemusyrikan. Ketiga, mereka selalu melaksanakan shalat. Keempat, hati manusia cenderung untuk datang ke Makkah. Kelima, penduduknya diberi rezeki berupa buah-buahan. Keenam, dosa-dosanya, dosa kedua orang tuanya dan dosa senua kaum mukmin diampuni. 

Dari doa yang dipanjatkan ini, kelihatan sosok Nabi Ibrahim sebagai seorang hamba Allah yang sangat taat yang rela membawa istri dan anaknya ditempatkan di satu kawasan yang masih baru sama sekali. 

Kering, tandus dan tak ada pepohonan. semua karena perintah Allah. Sosok ayah dan pemimpin yang  sangat peduli kepada keluarganya dan masyarakatnya baik dalam soal keyakinan,  kesejahteraan hidup atau keamanan, ketenteraman jiwa dan raga. 

Tiga pokok unsur kehidupan ini ( keimanan, keamanan dan kesejahteraan lahir) ini jika  bisa diraih oleh seseorang, itulah satu kebahagiaan yang diidam-idamkan oleh setiap orang. 

Atas ketaatan, kepatuhan dan ikhlasnya dalam berdoa, semua doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim dikabulkan oleh Allah. (KH Ahsin Sakho Muhammad, Rais Am Pimpinan Pusat Majelis Ilmy Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz Nahdlatul Ulama)