::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Putri Hayfa Tandai Dibolehkannya Perempuan Menyetir Mobil di Saudi

Senin, 04 Juni 2018 05:15 Internasional

Bagikan

Putri Hayfa Tandai Dibolehkannya Perempuan Menyetir Mobil di Saudi
Putri Hayfa Al-Saud (Vogue Arabia)
Riyadh, NU Online
Pekan lalu, Majalah Vogue Arabia menampilkan sampul dengan foto anggota kerajaan, Putri Hayfa bin Abdullah Al-Saud di belakang kemudi mobil untuk menandai dibolehkannya kaum perempuan menyetir di Arab Saudi.

Namun langkah Vogue ini dikecam karena edisi Juni majalah tersebut menggambarkan Putri Hayfa sebagai pemain utama dalam kampanye membolehkan kaum perempuan Saudi mengendarai mobil.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Raja Salman memerintahkan pencabutan larangan menyetir mobil bagi perempuan pada September 2017 lalu.



Perubahan aturan menyetir bagi perempuan dikeluarkan setelah kaum perempuan dan para pegiat hak asasi manusia mengajukan keberatan selama bertahun-tahun.

Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang melarang kaum perempuan untuk menyetir kendaraan dan beberapa perempuan didenda dan dipenjara karena melakukan aktivitas tersebut.

Beberapa waktu lalu seorang ulama Saudi memicu kemarahan setelah mengatakan kaum perempuan terlalu bodoh untuk mengendarai mobil.

Efektif 24 Juni

Arab Saudi akan membolehkan perempuan menyetir terhitung mulai 24 Juni 2018 sebagai bagian dari reformasi yang diterapkan pemerintah.

Namun tak semua perempuan tampaknya menyambut dengan antusias, kata Donny Agustinus, seorang warga Indonesia yang sudah 10 tahun menetap di Dammam, Arab Saudi.

"Yang menyambut dengan baik adalah anak-anak muda karena sekarang makin banyak perempuan muda di Saudi yang bekerja dan dengan peraturan baru ini, mereka nanti bisa ke kantor dengan mobil," kata Donny dikutip NU Online, Senin (4/6) dari bbc.com.

Sementara untuk ibu-ibu, dalam pantauan Donny, mereka lebih senang bepergian dengan mobil yang dikendarai suami, anggota keluarga, atau sopir pribadi. Alasan terbesarnya adalah situasi di jalan yang kadang dianggap tidak terlalu kondusif untuk mengendarai mobil. (Red: Fathoni)