NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ibnu Muljam Membunuh Ali karena Berita Hoaks

Selasa, 05 Juni 2018 03:45 Daerah

Bagikan

Ibnu Muljam Membunuh Ali karena Berita Hoaks
Ketua LDNU Kab Bogor, Kiai Ahmad Ikrom (kiri).
Bogor, NU Online
Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Bogor, Kiai Ahmad Ikrom dalam status facebook-nya menyatakan bahwa hari Senin (4/6) kemarin bertepatan dengan tanggal 19 Ramadhan. Jika kita membuka lembaran sejarah, kita akan teringat pada peristiwa sadis terbunuhnya intelektual Muslim dari golongannya sahabat, yaitu Sayidina Ali bin Abi Thalib yang dibunuh secara kejam oleh Abdurrahman ibnu Muljam.

Ibnu Muljam dikenal sebagai orang yang taat dalam beribadah, shalat, puasa dan bahkan hafal Al-Qur'an. Tapi sayang bacaannya tidak masuk kecuali sebatas sampai batas kerongkongannya. Sehingga mudah termakan oleh berita hoaks yang telah disebarkan oleh kaum Khawarij.

Mereka menebarkan hoaks yang menyatakan bahwa Sayidina Ali bin Abi Thalib itu pemimpin yang munafik, kafir dan musyrik. Rupanya Ibnu Muljam belum puas terhadap jawaban Sayidina Ali yang menjawab kaum penentangnya, "Kalimatu haqqin yuraadu bihaa bathilun." Artinya ungkapan yang diucapkan itu sebuah kebenaran tapi yang ditujunya justru sebuah kebatilan.

Jawaban Sayidina Ali itu dilontarkan setelah peristiwa Perang Shiffin sebagaimana dikutip oleh Al Hafidz Ibnu Katsir dalam kitab Al Bidayah wa Al Nihayah. Usai perang Shiffin, hoaks semakin tersebar. Kaum Khawarij meneriakkan, "Laa hukma Illa lillahi." Artinya Tiada hukum kecuali untuk Allah SWT. 

Kaum Khawarij menolak kekhilafahan Sayidina Ali. Ali dianggap tidak adil dan tidak menjalankan aturan Allah SWT. Hal itu menegaskan  seolah-olah Kaum Khawarij lah yang paham hukum Allah. Tapi hakikatnya mereka tidak pernah paham bahwa perdamaian itu justeru esensi dari ajaran Islam.

Ibnu Qutaibah telah menulis kejadian sadis tersebut dalam kitabnya yang berjudul Al Imamah wa Assiyasah. Juga oleh Ibnu Faraj Al Isbahani dalam Kitab Maqaatil Al Thalibin.

Lewat status facebook tersebut, Kiai Ahmad Ikrom yang akrab disapa Kang Ahmad menekankan pentingnya Nahdliyin mengkaji sejarah sahabat Nabi. Tentu kajian seperti itu harus mengikuti arahan dan bimbingan para masyayikh NU. Kang Ahmad berharap dengan menyelami peristiwa syahidnya Sayidina Ali bin Abi Thalib, semoga  menyadarkan umat Islam zaman now untuk tidak mudah menyebar fitnah dan hoaks.

Begitu juga para pembaca diharapkan menjadi insan cerdas, tegas meneliti berita dan informasi yang diterima baru berjuang melakukan sharing berita positif demi damainya Indonesia dan dunia.

Allah SWT dalam Surat And Nahl Ayat 125 berfirman, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhannya dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-nya, Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (Abdul Hadi Hasan/Kendi Setiawan)