NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PMII Kalbar Diskusikan Inflasi Jelang Idul Fitri

Selasa, 05 Juni 2018 04:00 Daerah

Bagikan

PMII Kalbar Diskusikan Inflasi Jelang Idul Fitri
Pontianak, NU Online
Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Barat (Kalbar) melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan talk show Ramadhan mengangkat tema Inflasi Kebutuhan Pokok Menjelang Idul Fitri 2018.

Dalam sambutannya, Ketua PKC PMII Kalbar Muammar Kadafi menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. “Sumber daya alam yang tersedia masih belum maksimal dimanfaatkan,” katanya, Ahad (4/6).

Menurutnya, menjelang hari besar keagamaan pasti terjadi Inflasi. “Hal ini menjadi tradisi bagi masyarakat,” katanya. Karena itu mahasiswa juga harus turun bersama pihak terkait untuk hadir dan memberikan solusi kongrit agar tidak terjadi kecemasan kepada masyarakat, lanjutnya. 

Kadafi menegaskan bahwa Rakerda yang digelar merupakan acuan, gambaran program kerja dua tahun kedepan. “Kami berharap salah satu poin yang akan dibahas keinginan kader untuk menjadi tuan rumah even nasional Pengurus Besar PMII,” ungkapnya.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, KH Hasyim Hadrawi selaku sekretaris PWNU Kalbar sangat apresiasi terhadap tema Rakerda.  Baru pertama kali ini PMII mengambil isu terkait inflasi terhadap pangan. 

“Biasanya hanya fokus terhadap kebangsaan, radikalisme dan pendidikan, tapi sekarang PMII sudah berani masuk ke ranah ekonomi,” jelasnya. Ini prestasi, dan berharap dilanjutkan agar PMII lebih dekat dengan masyarakat, lanjutnya.

Dalam materi pertama Nancy Safira selaku Kabid Bulog Kalbar memaparkan stok barang dari beras, gula, daging, minyak, dan sejenisnya sudah aman untuk kebutuhan lebaran, bahkan sampai akhir tahun.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar Muhammad Ridwan menegaskan sangat luar biasa PMII angkat tema Inflasi pangan. “Kami butuh dari rekan-rekan mahasiswa untuk sama-sama bersinergi,” katanya. 

“Pemerintah sudah mengatur tentang regulasi dan aturan terkait pangan yang penting kita sama-sama bergerak,” kata Wakil DPRD Provinsi Kalbar Suriansyah.

Akp Tua Sitorus selaku Detreskrimsus Polda Kalbar memaparkan capaian dan tindakan yang dilakukan. “Kami sangat terima kasih kepada PMII telah membantu kinerja kepolisian dalam pengamanan stabilitas pangan,” pungkasnya. (Arifuddin/Ibnu Nawawi)