::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Said Ingatkan Tokoh Agama Harus Netralisir Radikalisme

Jumat, 08 Juni 2018 05:15 Nasional

Bagikan

Kiai Said Ingatkan Tokoh Agama Harus Netralisir Radikalisme
KH Said Aqil Siroj (ketiga dari kiri).
Surabaya, NU Online
Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj bersama Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibbin serta Banser Jawa Timur mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Surabaya lokasi terjadinya teror bom bunuh diri yang menelan korban jiwa.. 

Dalam kunjungannya tersebut Ketua Umum PBNU bertemu dan berbincang dengan pimpina Gereja Romo Sumarno dan Pendeta Romo Alexius Kurdo Irianto serta melihat titik lokasi kejadian dan bangunan yang sudah direnovasi gereja.

Kiai Said mengungkapkan saat kejadian dirinya tidak sempat ke Surabaya, karena berada di luar negeri. Baru kali ini bisa melihat langsung lokasi pasca kejadian, sekaligus bertemu dengan teman lama Romo Kurdo, “Saya sering bertemu dengan Romo Kurdo dan berdiskusi di mana-mana tentang perdamaian dan kerukunan umat beragama," ujarnya di Surabaya, Rabu (6/6) malam.

Ia juga mengatakan bahwa kejadian yang lalu adalah pelajaran yang sangat berharga dan menggugah seluruh lapisan masyarakat semakin bersatu. "Kejadian bom tersebut hikmahnya adalah menjadikan kita semakin bersatu, semakin percaya diri," tegasnya.

Ia menambahkan tugas tokoh agama saat ini menurutnya adalah membina masyarakat dan memberikan integritas yang maksimal dan menetralisir faham radikalisme, sementara tugas aparat adalah mencegah dan menangani tindakan terorisme.  

“Radikalisme bertentangan dengan agama apa pun. Islam itu damai, taslim selamat, nggak ada Islam itu mengebom, tidak bisa ditangani sendirian, kalau kita civil society, fokus masyarakat, dan kita menetralisir deradikalisasi,” tegasnya. (Red: Kendi Setiawan)