::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kampung Zakat Terpadu Jadi Percontohan Pemanfaatan Zakat

Jumat, 08 Juni 2018 21:45 Daerah

Bagikan

Kampung Zakat Terpadu Jadi Percontohan Pemanfaatan Zakat
Jember, NU Online 
Kampung Zakat Terpadu yang diresmikan beberapa bulan  lalu oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan dijadikan kampung percontohan terkait optimalisasi pemanfaatan  zakat. Karena zakat diyakini tidak hanya mampu mengentas kemiskinan, juga membangun umat dan generasi Islam berkualitas. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kemenag Kabupaten Jember, Fachrur Rozi saat memberikan sambutan dalam penyampaian santunan zakat di Kampung Zakat Terpadu (KZT), Dusun Pace, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kamis (7/6).

Menurut Fachrur Rozi, sebagai percontohan, KZT akan digerojok dengan dana zakat. Dana tersebut akan diperuntukkan untuk membangun fisik maupun non fisik. “Yang fisik, misalnya bedah rumah, dan yang non fisik  kita akan memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak di kampung zakat,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan semua Lembaga Amil Zakat (LAZ)  di Kabupaten Jember. Ia mengaku yakin jika potensi zakat digali dengan sungguh-sungguh, hasilnya akan cukup menggembirakan. Sehingga bisa berbuat banyak untuk memberdayakan masyarakat.  

“Saya punya obsesi, kalau kampung zakat yang ini sudah beres, kelak kita buat kampung zakat lain untuk diberdayakan dengan zakat. Tentu kita seleksi kampung mana saja yang layak kita jadikan kampung zakat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Camat Sumberjambe, Heri setyawan. Ia mengaku bangga dengan pembentukan KZT di daerahnya. Ia juga menyatakan akan memprioritaskan kegiatan pembangunan di kampung zakat yang memang masuk katagori di bawah garis kemiskinan itu. 

“Ke depan, kita akan memprioritaskan pembangunan di kampung ini,” tegasya.

Di tempat yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Jember, H Misbahussalam menyambut positif kegiatan tersebut dan berjanji akan memberikan program unggulannya. “Kita punya banyak program unggulan. Semua akan kita berikan di kampung ini, mulai bedah rumah, bantuan pengembangan ekonomi dan pendidikan,” tandasnya.

Dalam penyampan santunan di KZT tersebut setidaknya  215 dhuafa dan 26 yatim menerima zakat dalam bentuk sembako, uang tunai dan  peralatan  sekolah. Total nilainya mencapai  Rp. 46 juta. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi)