::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Derita Yatim Duafa Derita Kita

Jumat, 08 Juni 2018 21:45 Nasional

Bagikan

Derita Yatim Duafa Derita Kita
Jakarta, NU Online
Derita anak yatim dan kaum duafa adalah derita kita. Apa yang dirasakan oleh para yatim dan duafa harus juga dirasakan oleh kita sebagai sesama warga bangsa dan umat Muslim.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N), Choirul Sholeh Rasyid kepada NU Online di Masjid Annahdlah Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (8/6).

Atas dasar itu P2N memberikan santunan kepada duafa dan yatim. Terlebih bulan Ramadhan adalah bulan yang ketika beribadah akan dilipatgandakan pahalanya. Di dalam bulan Ramadhan juga ada peringatan Nuzulul Qur'an. 

"Kami berharap doanya yatim piatu agar para pengusaha dan profesional Nahdliyin diberikan kelancaran, kemudahan dan barokah," tambah Choirul.

Sebanyak 500 yatim dan menerima manfaat dari agenda tersbeut. "Mereka ada yang dari Senen dan Kemayoran (Jakarta Pusat), Kelapa Gading (Jakarta Utara), lalu Depok, Pamulang, Cibubur dan sekitarnya," urai Choirul.

Bagi P2N kegiatan tersebut merupakan momentum dan bagian dari kepedulian kepada umat. "Di dunia bisnis sudah berjalan. Urusan agama, pendidikan, harus berjalan selain dunia usaha," tambahnya.

P2N  sendiri adalah wadah berkumpulnya para pengusaha dan profesional Nahdliyin. Perkumpulan tersebut dibentuk untuk membangun sinergitas antara para pengusaha dan profesional NU serta para pihak yang bisa bekerjasama. P2N telah berhimpun sejumlah pengusaha dan profesional di bidang kontruksi, finace, kontraktor, agribisnis, serta deputi dan dirjen di pemerintahan.

"Kita harus bersinergi. Dalam dunia usaha nggak bisa sendiri-sendiri tapi perlu dilakukan kolektif," tegasnya. (Kendi Setiawan)