NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

RAMADHAN DI LUAR NEGERI

Yasin, Tahlil, dan Tausiyah di Macau

Sabtu, 09 Juni 2018 21:00 Internasional

Bagikan

Yasin, Tahlil, dan Tausiyah di Macau
Shalat bersama para BMI di Macau.
Oleh: H Khumaini Rosadi.

Hadiah yang paling indah untuk orang-orang yang sudah meninggal dunia adalah doa. Inilah  yang disebut sebagai walain sholihin yad’u lah, doa anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Inilah amal jariyah. Amal  yang akan terus mengalir meskipun kita telah meninggal dunia

Doa untuk orangtua dapat dilakukan melalui yasin dan tahlil. Seperti pada malam ke-24 Ramadhan 1439 Hijriyah, saya diundang untuk yasin, tahlil oleh Mbak Isnanti. Ia adalah BMI di Macau yang ingin mendoakan 40 hari setelah meninggalnya Bu Sumiati binti Paiman, orangtuanya yang ada di Indonesia.

Selain saya, Mbak Isnanti juga mengundang rekan-rekan BMI. Yasin dan tahlil diselenggarakan setelah melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Sekitar 30 ibu-ibu majelis taklim yang berprofesi sebagai BMI ikut dalam acara ini.

Di Macau sendiri tercatat ada 5000 lebih BMI yang didominasi oleh perempuan. Meskipun  ada beberapa orang laki-laki, biasanya mereka bekerja di company atau di instansi-instansi, kantor-kantor pemerintahan, menjadi tukang kebun, office boy, dan lain sebagainya. Sementara  yang perempuan Ini kebanyakan dari mereka menjadi asisten rumah tangga yang stay out, pulang ke kosan masing-masing atau kontrakan masing-masing setelah bekerja di rumah majikan.

Shalat isya dan tarawih di Macau dilakukan mulai dari pukul 23.00 dan berakhir pada pukul 01.00 dini hari. Ini  membuktikan bahwa semangat mereka untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan sangat besar sekali.

Macau meskipun dikenal sebagai kota judi di Asia, pengajian BMI tetap  berjalan, tidak berpengaruh kepada keutuhan iman. Godaan BMI begitu berat di Macau. Kesempatan untuk melakukan dosa begitu besar. Di mana-mana  ada casino, yang kalau kita masuk ke tempat casino itu semuanya serba diberikan fasilitas, agar yang berkunjung merasa betah dan nyaman. Semuanya diservis dari mulai bus gratis sampai minum-minuman gratis.

Larangannya adalah tidak boleh membawa kamera, foto-foto atau membuat video, karena ada security yang akan memantaunya. Bila  ada yang kedapatan melakukan foto atau membuat merekam video maka diminta handphone-nya untuk segera dihapus.

Soal kegiatan yasin dan tahlil yang disertai juga tausiyah ini memang diselenggarakan rutin setiap minggunya oleh Matim, yaitu pada setiap malam Jumat. Selain dalam rangka mengirim hadiah doa kepada para arwah yang telah mendahului, juga sebagai momen bersilaturahim antara BMI.

Pada kesempatan itu, saya pun menyampaikan bahwa apa pun yang dibacakan, apa pun yang dihadiahkan, oleh orang yang masih hidup kepada orang yang telah meninggal dunia tentunya ini akan sampai kepada mereka lebih cepat daripada sinyal HP, lebih lancar daripada WiFi atau data internet yang terkadang data kalau sudah habis jadinya lemot. Serta lebih jelas lagi lebih cepat daripada 4G.

Anak  merupakan investasi dunia akhirat yang akan terus mengalir bagi orang-orang yang sudah tiada. Dan ini juga merupakan pelajaran buat kita yang masih hidup di dunia. Jangan sampai kita menyia-nyiakan hidup kita dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. 

Saya mengingatkan kehidupan ini dengan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. "Bersedekah  sebelum kita meninggal dunia, karena kalau sudah meninggal dunia kita akan menyesal. Sebagaimana  dalam Surat Al-Munafiqun di akhir-akhir ayatnya disebutkan bahwa orang yang telah meninggal dunia itu akan berharap untuk dihidupkan kembali ke dunia dan mereka berjanji akan bersedekah dan beramal shaleh."

Inilah gambaran buat kita agar kita senantiasa berbuat kebaikan. "Jangan  menunda-nundanya sampai waktu yang belum ditentukan. Jangan menunggu tua untuk bertaubat. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Karena  syarat untuk mati tidaklah tua. Karena  syarat untuk menjadi orang kaya bukanlah ketampanan, tetapi kepedulian kepada sesama itulah yang akan menjadikan kita sebagai orang kaya, Kaya hati, kaya iman, dan kaya amal perbuatan," saya menjelaskan.

Penulis adalah Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (Cordofa), Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Tidim Jatman) yang ditugaskan ke Hong Kong dan Macau.