NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

'Jimad' Tutup Rangkaian Safari Ramadhan NU Pringsewu

Senin, 11 Juni 2018 17:00 Daerah

Bagikan

'Jimad' Tutup Rangkaian Safari Ramadhan NU Pringsewu
H Taufik Qurrohim, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Ramadhan 1439 H menjadi wahana PCNU Pringsewu, Lampung untuk kembali menyapa langsung warga NU di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini dalam bentuk safari Ramadhan. Berbagai agenda telah dilaksanakan dalam kegiatan silaturahmi yang diisi dengan penguatan amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah An Nahdliyyah ini.

Santunan dan sosialisasi program Kotak Koin Pondasi Akhirat LAZISNU Kabupaten Pringsewu juga dilaksanakan untuk membudayakan warga NU agar gemar bershadaqah bagi kaum yang membutuhkan.

Selain turun ke bawah (turba) ke sembilan kecamatan yang ada, safari Ramadhan 1439 H kali ini juga dilaksanakan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini dikemas dengan kajian yang diberi nama Jimad (Ngaji Ramadhan). Kegiatan Jimad dilaksanakan setiap Ahad Ramadhan yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama segenap pengurus dan warga NU Pringsewu.

Pada pekan terakhir Jimad, Ahad (10/6) dilakukan penutupan rangkaian safari Ramadhan oleh Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufik Qurrahim. Ia berharap safari Ramadhan PCNU Pringsewu mampu meningkatkan komunikasi, konsolidasi organisasi dan soliditas warga NU untuk mengamalkan Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.

"Soliditas pengurus dan warga NU akan menjadi modal untuk berputarnya roda organisasi yang akan berdampak positif bagi perkembangan program kerja yang sudah dicanangkan," katanya pada Jimad yang dihadiri Mustasyar PCNU Pringsewu dan juga sekaligus Bupati Pringsewu, H Sujadi.

Selain menjadi penutup rangkaian safari Ramadhan, dalam kegiatan Jimad ini  juga disampaikan pemaparan tentang zakat dari salah satu pengurus Badan Amil Zakat Nasional Baznas Kabupaten Pringsewu, H Munawir. Ia memaparkan tentang definisi dari unsur-unsur utama dalam zakat seperti muzaki (orang yang mengeluarkan zakat), mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) dan amil (orang yang bertugas menerima dan menyalurkan zakat).

Ketiga unsur ini menurutnya memiliki aturan masing-masing yang jika tak terpenuhi maka zakat yang ditunaikan belum sempurna. Semisal ia menekankan bahwa yang dinamakan amil adalah orang yang sudah ditunjuk secara resmi melalui mekanisme yang berlaku oleh pemerintah untuk mengelola zakat.

"Jadi jika ada di masjid atau mushala yang menerima zakat namun personilnya belum ada SK dari Baznas ataupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) semisal dari LAZISNU, maka tidak bisa disebut amil. Yang bersangkutan bersifat panitia yang menyalurkan saja dan tidak berhak atas zakat yang terkumpul," terangnya.

Kiai Munawir juga mengingatkan pentingnya berzakat untuk membersihkan diri dan harta yang dimiliki. Pada dasarnya, setiap harta yang dimiliki seseorang ada hak orang lain di dalamnya. (Muhammad Faizin)