NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pasukan Koalisi Saudi Serang Pelabuhan Hodeibah Yaman

Rabu, 13 Juni 2018 23:00 Internasional

Bagikan

Pasukan Koalisi Saudi Serang Pelabuhan Hodeibah Yaman
Pelabuhan Hodeibah. Foto: Reuters
Aden, NU Online
Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan kota terhadap kota pelabuhan utama Yaman, Hodeibah, pada Rabu, (13/6), sebagaimana dilaporkan Reuters. Ini merupakan salah satu pertempuran terbesar antara koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Saudi dengan kelompok Houthi yang disokong Iran di Yaman.  

Pemimpin Houthi Mohammed Ali Al-Houthi, yang telah mengancam serangan terhadap tanker minyak di sepanjang jalur pelayaran Laut Merah, memperingatkan agar aliansi yang didukung Barat tidak menyerang pelabuhan. 

Melalui Twitternya, Ali mengatakan bahwa pasukannya telah menargetkan sebuah kapal sebuah kapal koalisi. Al Masirah, sebuah stasiun televisi yang dikelola Houthi menyebutkan bahwa ada dua rudal yang menghantam kapal itu, tetapi tidak ada konfirmasi segera dari pihak koalisi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak agar kedua belah pihak bisa menahan diri untuk tidak menyerang pelabuhan Hodeibah. Dikhawatirkan, penyerangan Hodeibah bisa menghambat akses orang Yaman untuk mendapatkan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Diperkirakan 600 ribu orang tinggal di kota pelabuhan Hodeibah tersebut. Dalam skenario terburuk, pertempuran itu bisa menewaskan hingga 250 ribu jiwa, dan memotong bantuan serta pasokan lainnya kepada jutaan orang.

Pertempuran antara koalisi negara-negara Arab pimpinan Saudi dengan kelompok Houthi telah berlangsung selama tiga tahun. Kelompok koalisi menyebutkan, tujuan mereka beroperasi di Yaman adalah untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dan menggagalkan ekspansionis Iran.

Sementara itu, kelompok Houthi menyangkal kalau disebut sebagai pion-pion Iran dan melakukan pemberontakan. Mereka menyebutkan bahwa tujuan yang diperjuangkannya adalah untuk memberantas korupsi dan mempertahankan Yaman dari para penjajah. (Red: Muchlishon)