::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Lampung Selatan Dukung Deklarasi Anti Begal Mudik 2018

Kamis, 14 Juni 2018 16:30 Daerah

Bagikan

NU Lampung Selatan Dukung Deklarasi Anti Begal Mudik 2018
Deklarasi Anti Begal Mudik 2018
Lampung Selatan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan mendukung kepolisian dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan pemudik bebas dari ancaman pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di sepanjang jalur lintas mudik 2018 di wilayah jalur lintas timur (jalintim) dan jalur lintas tengah (jalinteng) Lampung Selatan.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan bersama-sama menyatakan Deklarasi Anti Begal Mudik 2018 bersama  tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ormas se-Provinsi Lampung di pelabuhan Bakauheni, Rabu (13/6).

Deklarasi tersebut dilaksanakan di pintu keluar Penumpang Pelabuhan Bakauheni dan dihadiri oleh Kapolda Lampung, Irjen Suntana, para PJU Lampung dan Kacab ASDP Bakauheni beserta jajarannya.

Sekretaris PCNU Lampung Selatan Hasan Errezha di sela-sela deklarasi kepada NU Online menyatakan bahwa PCNU Lampung Selatan terus terlibat aktif dalam rangka mensukseskan arus mudik 2018. Diantaranya diwujudkan dengan membentuk posko mudik yang digawangi oleh Banser NU dan IPNU-IPPNU serta Pagar Nusa Nusa.

"Kita berharap mampu membantu aparat kepolisian dalam rangka menciptakan situasi aman dan nyaman bagi para pemudik melalui pelibatan seluruh stake holders (elemen terkait) masyarakat. Insya Allah tindak kriminal akan bisa dihilangkan," tambah Hasan.

Sementara itu Kapolda Lampung Irjen Suntana mengatakan, masalah keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan masalah dan tanggung jawab bersama. Keterlibatan seluruh komponen masyarakat, diharapkan mampu menjadikan pemudik nyaman dan aman.

"Jangan sampai orang yang akan melintas merasa takut di Lampung, mari tunjukkan bahwa Lampung aman, Lampung damai," tegasnya.

Dalam menangani kondisi keamanan pihak kepolisian melakukan pendekatan baik secara persuasif maupun tindakan preventif. Melalui para tokoh yang ada di masyarakat, para pelaku akan sadar dan mau kembali kejalan yang lebih baik. (Red: Muhammad Faizin)