NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Di Penghujung Ramadhan, Pagar Nusa Kertosono Sapa Pemudik

Kamis, 14 Juni 2018 17:30 Daerah

Bagikan

Di Penghujung Ramadhan, Pagar Nusa Kertosono Sapa Pemudik
Nganjuk, NU Online
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbagi selama bulan Ramadlan. Seperti yang dilakukan ratusan pendekar Pagar Nusa se-Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Mereka menyapa pemudik dengan membagi takjil. 

Sekitar dua ratus pendekar ikut terlibat dalam aksi dan membentang spanduk tanda takjil gratis. Selain itu, mereka juga menyapa dengan sopan masyarakat yang melintas seraya membagikan takjil gratis.

Menurut koordinator aksi Pagar Nusa Kertosono, Samohong kegiatan ini dilakukan untuk mengajarkan para anggota Pagar Nusa agar tidak canggung berbaur sambil berinteraksi dengan warga. Paket takjil disiapkan melalui dana sumbangan bersama, sehingga terkumpul hingga dua ratus bungkus.

"Kegiatan ini kita fokuskan di kawasan pertigaan Jalan Gatot Subroto karena ramai,” kata Samohong, Rabu (13/6). Para pendekar yang merupakan perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa NU se-Kertosono tersebut berkumpul sejak pukul 16.00 WIB. 

Apa yang dilakukan ini sebagai bentuk solidaritas serta menjalin ukhuwah sesama ranting pencak silat di Kertosono. “Kita berharap kegiatan menjadi sarana membangun solidaritas sehingga menjadi percontohan untuk daerah lain,” urainya.

Berbagi takjil rutin dilaksanakan Pagar Nusa di kawasan ini setiap Ramadhan dengan melibatkan ranting dari seluruh PAC se-Kecamatan Kertosono.

"Kami mewakili Pencak Silat Pagar Nusa berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Kertosono dan para pengguna jalan agar tak bingung lagi untuk buka puasa," pungkasnya. (Syarief Rahman/Ibnu Nawawi)