::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

PBNU: Hilal Tampak di Sebagian Titik Aktivitas Rukyat

Kamis, 14 Juni 2018 18:05 Nasional

Bagikan

PBNU: Hilal Tampak di Sebagian Titik Aktivitas Rukyat

Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) melaporkan bahwa hilal pada aktivitas rukyatul hilal pada Kamis (14/6) sore terlihat di beberapa titik. Sementara di sebagian titik lainnya hilal tidak terlihat.

“Di pantai Selayar, Sulsel, hilal tidak terlihat karena berawan. Di Pantai desa RPU Tengabalu, Kecamatan Sahu, Maluku Utara juga sama, hilal tidak terlihat karena kondisi berawan,” kata Bendahara LF PBNU Ustadz Sholeh Muhammad kepada NU Online di Jakarta, Kamis (14/6) sore.

Menurutnya, ini merupakan laporan sementara yang sampai ke LF PBNU.

“Tetapi di Manado, di Palu, dan di Gresik hilal terlihat. Di Gresik, hilal tampak pada 17.24. Ini laporan sementara yang masuk ke Lembaga Falakiyah PBNU,” kata Ustadz Sholeh.

Sejauh ini, LF PBNU belum mengeluarkan ikhbar apapun terkait awal Syawwal 1439 H karena secara prosedur kita perlu menunggu laporan lengkap dari semua titik dari Sabang sampai Merauke.

“Mekanismenya pun, kita sidang itsbat terlebih dahulu. Setelah itsbat, baru kita mengeluarkan maklumat atau ikhbar yang sifatnya internal untuk nahdliyin,” kata Ustadz Sholeh.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, proses observasi masih terus berlangsung dilakukan oleh tim rukyatul hilal NU di pelbagai daerah.

Hingga kini, Lembaga Falakiyah PBNU masih terus menerima laporan dari berbagai daerah. Ustadz Sholeh Muhammad terus mencatat laporan yang masuk dari pelbagai titik rukyatul hilal di seluruh Indonesia. (Alhafiz K)