: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ramadhan Harus Berdampak di Sebelas Bulan

Sabtu, 16 Juni 2018 23:00 Daerah

Bagikan

Ramadhan Harus Berdampak di Sebelas Bulan
Bandung, NU Online
Puasa Ramadhan selama sebulan seharusnya berdampak pada perilaku umat Islam di sebelas bulan setelahnya. Jangan sampai sebaliknya, tidak berdampak apa-apa bagi diri dan orang lain. Itulah yang disebut kemenangan. 

Segala amal ibadah selama berpuasa Ramadhan, harus dilanjutkan pada bulan Syawal dan bulan-bulan selanjutnya hingga bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. 

“Pada bulan Ramadhan, ibadah kita meningkat. Puasa di siang hari, tarawih di malam hari. Ditambah dengan tadarus Al-Qur’an dan sedekah, serta ibadah-ibadah lain. Itu amaliah yang lumrah kita lakukan,” ungkap KH Zaini Irfan saat menyampaikan khotbah Idul Fitri di sebuah masjid Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jumat (15/6).

Menurut dia, Ramadhan adalah bulan untuk melatih umat Islam selama sebulan. Karena itulah, bukti berhasilnya proses latihan itu adalah berdampak di sebelas bulan lain. 

“Kalau tidak bisa ditingkatkan, paling tidak dipertahankan. Jangan sampai justru makin menurun,” tambahnya. 

Ia juga mengingatkan momentum Idul Fitri dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahim persaudaraan umat Islam, saling bermaafan antara tetangga dengan tetangga, yang muda dengan yang tua, anak dengan orang tua, istri dengan suami, murid dengan guru. (Abdullah Alawi)