::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Mojokerto Isi Halal bi Halal dengan Bedah Buku

Ahad, 24 Juni 2018 19:30 Daerah

Bagikan

Santri Mojokerto Isi Halal bi Halal dengan Bedah Buku
Mojokerto, NU Online
Puluhan santri di Mojokerto, Jawa Timur memilih cara berbeda dalam mengisi kegiatan halal bi halal. Yang mereka  lakukan dengan menyelenggarakan bedah buku tentang Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang, Sabtu (23/6) malam.

Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Azhar Kedundung, Magersari Mojokerto. Buku yang dibedah yakni Tambak Beras: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah karya tim sejarah PPBU Jombang.

"Kita pilih buku ini karena memuat banyak tentang sejarah KH Abdul Wahab Hasbullah dan bisa diambil pelajaran. Biasanya halal bi halal hanya diisi dengan makan-makan dan salam-salaman kini kini tambahi ada unsur ilmiahnya yaitu bedah buku. Ini kan keren," jelas Bagas yang juga ketua panitia.

Ia juga menjelaskan, pemateri dalam bedah buku ini didatangkan langsung dari para penulis buku dan pengurus PPBU. Dengan harapan materi yang disampaikan lebih berisi dan tak menyimpang.

"Pembedah bukunya yang kita datangkan adalah para penulis dan keluarga dari KH Abdul Wahab Hasbullah. Penulisnya diwakilkan oleh KH Abdul Jabbar Hubby. Sedangkan dari pihak keluarga diwakilkan ketua yayasan Bahrul Ulum KH Wafiyul Ahdi," jelas Bagas.

Tujuan membedah buku ini karena KH Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) merupakan tokoh penggerak Nahdlatul Ulama yang berasal dari PPBU. Pemikiran kreatifnya membuat NU menjadi lebih besar dan kuat. Sehingga kini menjadi organisasi Islam terbesar di dunia.

KH Abdul Wahab Hasbullah yang akrab disapa Mbah Wahab bersama KH Hasyim Asy'ari dan KH Bisri Syansuri (Mbah Bisri) menjadi tokoh sentral NU dan menjadi rujukan bagi banyak umat Islam Indonesia. Kedalaman ilmu agama dan sikap nasionalisnya layak jadi motivasi generasi muda terutama santri.

"Mbah Wahab seorang organisatoris. Usianya sangat panjang. Bahrul Ulum besar dari masanya,” jelas Bagas. Lewat buku ini semua pihak dapat mengetahui sisi-sisi lain dari kehidupan Mbah Wahab, lanjutnya.

Bagas kemudian mengemukakan bahwa di buku ini diceritakan kalau Mbah Wahab sering pulang dari Jakarta membawa baju dan oleh-oleh untuk keponakan dulu baru kemudian menemui anak-anaknya. “Mbah Wahab juga sering minta doa atau petunjuk kepada saudaranya KH Abdul Hamid Hasbullah dan Nyai Khodijah Hasbullah yakni istri Mbah Bisri," beber Bagas.

Halal bi halal dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berakhir 00.00 WIB. Usai bedah buku dilanjutkan bersalaman dan ramah tamah menikmati hidangan dari panitia. (Syarief Rahman/Ibnu Nawawi)