::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Akademisi, Cendekiawan, dan Profesional Harus Melahirkan Pemimpin Berhasil

Senin, 25 Juni 2018 09:00 Daerah

Bagikan

Akademisi, Cendekiawan, dan Profesional Harus Melahirkan Pemimpin Berhasil
Dosen Unipdu Jombang, Moh Makmun
Jombang, NU Online
Kehadiran para akademisi, cendekiawan, profesional, dan peneliti harus memberikan kontribusi dalam menciptakan pemimpin yang berhasil. Mereka sesungguhnya jiwa yang bebas untuk memberikan masukan, pandangan atau kritik yang solutif kepada para pemimpin dengan segala pengetahuan yang dimilikinya.

Demikian ini disampaikan dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso Peterongan Jombang, Jawa Timur Moh Makmun. 

"Dunia kampus, akademisi, cerdik pandai dan peneliti adalah mereka yang jiwanya bebas. Mereka bisa mengkritik pemimpin ketika pemimpin itu melenceng, memberitahu jika pemimpin itu membuat kekeliruan," ungkapnya, Senin (25/6).

Dikatakan, seorang pemimpin memang dituntut untuk membuat sebuah kebijakan yang baik dan sesuai dengan keinginan rakyatnya. Namun hal itu tidak bisa lahir dengan sendirinya, melainkan harus didorong dengan masukan-masukan dari para akademisi, cendekiawan, profesional dan sebagainya. Mereka juga harus menjadi mitra yang baik untuk perjalanan kepemimpinan seorang pemimpin.

"Dan mereka juga bisa menjadi mitra pemimpin untuk membuat, dan merumuskan sebuah kebijakan, mereka juga menjadi mitra pemimpin untuk membuat sebuah inovasi dan perubahan," imbuh Sekretaris PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang ini.

Pria yang juga Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Jombang ini memaparkan, keterkaitan atau kerja sama antar pemimpin dan beberapa unsur yang disebut di atas khususnya dalam memperkaya ide untuk menciptakan gagasan, inovasi bahkan sebuah kebijakan akan cenderung sesuai dengan keinginan rakyatnya.

Oleh karenanya, kata dia, dapat dikatakan bahwa mitra yang saling mendukung antar pemimpin dan sejumlah unsur tersebut menjadi salah satu penentu keberhasilan pemimpin dalam menjalankan amanah kepemimpinannya. Selain itu pula, kedekatan dengan rakyatnya harus selalu terjalin.

"Sehingga pemimpin jika ingin berhasil salah satunya adalah dekat dengan mereka selain juga harus dekat dengan rakyatnya," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)