::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Memandang Kota Pacitan dari Bukit Sentono Genthong

Rabu, 27 Juni 2018 04:00 Nasional

Bagikan

Memandang Kota Pacitan dari Bukit Sentono Genthong
Bukit Sentono Genthong. Foto: pacitanku.com
Pacitan, NU Online
Kabut tipis perlahan turun. Namun, angin kencang terasa menyergap saat senja datang di Bukit Sentono Genthong, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Hamparan panorama Teluk Pantai Telang Ria tampak indah menawan. Menyihir pengunjung yang berada di atas bukit. 

Inilah destinasi baru yang ditawarkan Pacitan. Keindahan itu pun serta merta membuat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Eko Putro Sandjojo turut mempromosikannya.

"Pemandangannya luar biasa, ayo kunjungi Bukit Sentono Genthong di Pacitan yang dikelola oleh BUMDes," ajaknya saat mengunjungi objek wisata ini, Selasa (26/6).

Menurutnya, sektor pariwisata paling cepat dalam pertumbuhan ekonomi. Dirinya pun mengajak desa desa untuk mengembangkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan memberikan bantuan permodalan tiap BUMDes rp 50 juta.

Sementara itu, Kepala Desa Dadapan, Ismono mengatakan wisata Bukit Sentono Genthong merupakan salah satu unit usaha BUMDes Tugu Kuning.  "Dari wisata ini sudah beromzet rp 540  juta. Yang penting pemberdayaan masyarakat jalan dan masyarakat bisa mendapat hasil dari BUMDes ini. Ada 50 orang pengurus. Mudah-mudahan semakin luas dan terkenal," ujarnya optimistis.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BUMDes Tugu Kuning Wahyu Ariwibowo menyebutkan bahwa andalan wisata ini adalah menjual view Pacitan dari atas bukit. "Karena pemandangan luar biasa masyarakat musyawarah untuk menjadi tempat wisata. Ke depannya terus ada inovasi biar tidak bosen," ungkapnya.

Wisata ini mulai dibuka dari Oktober 2017 dan mulai dikelola BUMDes pada tahun 2018. Wisata di atas area 6.358 km ini merupakan tanah kas desa, dulunya sebagai tempat pertapaan. Terdapat fasilitas kamar mandi, mushala, akses jalan yang sudah dirabat, tempat parkir, shuttle wisata. Adapun tiket masuk hanya 10 ribu rupiah. (Red: Kendi Setiawan)