: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Salah Nyoblos Paslon

Rabu, 27 Juni 2018 09:30 Humor

Bagikan

Salah Nyoblos Paslon
Ilustrasi (ivoox.id)
Dalam kondisi masih pagi buta, Deden dengan semangat membara pergi bergegas menuju tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan gubernur dan wakil gubernur di sebuah provinsi untuk memberikan hak suaranya atau nyoblos.

Sedari masa-masa kampanye, Deden memang salah satu simpatisan partai tertentu. Saking fanatiknya, ia kerap mengunggulkan pasangan calon (paslon) yang didukungnya dan membenci salah satu paslon. Kebenciannya itu sering dipostingnya di akun media sosial miliknya.

Tiba di lokasi TPS yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, Deden diikuti sang istri menunggu beberapa saat karena TPS belum dibuka. Setelah dibuka, tentu saja ia mendapat giliran paling awal karena sedari pagi buta sudah tiba di TPS.

Kertas suara diberikan panitia pemungutan suara kepada Deden dan istri. Mereka berdua membuka dan melebarkan kertas suara yang berisi daftar paslon kepada para saksi di TPS untuk memastikan kertas suara masih utuh.

Deden dan istri segera menuju bilik suara untuk mencoblos paslon pilihannya. Ternyata, rasa benci Deden terhadap paslon tertentu yang kerap diungkapkannya di media sosial tidak hilang ketika ia masuk ke bilik suara.

Walhasil, paku yang dipegangnya untuk memilih paslon yang ia dukung justru digunakan untuk mencoblos dengan rasa geram terhadap paslon yang ia tidak sukai untuk menunjukkan kebenciannya.

“Syukurlah, Mamah udah nyoblos calon yang kita dukung Pah,” ucap sang istri.

Loh, berarti saya tadi salah nyoblos dong,” ujar Deden dalam hati sambil tersenyum kecut ke istrinya.

Ternyata, pemilu kali ini merupakan pengalaman pertama Deden yang tiap masa pemilu atau pilkada memilih cuek dan tidak berpartisipasi. (Ahmad)