::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Situasi dan Lingkungan, Menekan Mamah Dedeh Berubah

Senin, 02 Juli 2018 16:15 Daerah

Bagikan

Situasi dan Lingkungan, Menekan Mamah Dedeh Berubah
Mamah Dedeh (foto: istimewa)
Jombang, NU Online 
Potongan video Dedeh Rosidah atau lebih dikenal dengan Mamah Dedeh yang tidak setuju terhadap Islam Nusantara tengah ramai belakang ini di media sosial (medsos), meski video tersebut diketahui sebetulnya sudah cukup lama. Hal ini dapat dilihat di begron acara Aksi Indosiar itu tertera tahun 2015.

Menurut Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur Ahmad Samsul Rijal, sejauh pengetahuannya, Mamah Dedeh hidup berada di lingkungan nahdliyin. Referensi yang digunakan saat ia menyampaikan dakwahnya juga tak jarang menggunakan kitab Fathul Mu'in, Fathul Qorib, dan seterusnya.

"Mamah dedeh sebenarnya berangkat dan besar dari lingkungan nahdliyin. Dalam pengajian, pendekatan Fathul Mu'in dan Fathul Qorib dan lain-lain masih sering digunakan sebagai sumber referensinya," ujarnya, Senin (2/7).

Namun demikian, perlahan mengharuskan figurnya berubah dengan sendirinya, lantaran untuk mendorong eksistensinya sebagai pendakwah atau ustadzah yang kerab tampil di layar kaca televisi (TV). 

"Lambat laun, situasi dan lingkungan menekan figurnya untuk berubah. Ketika seseorang butuh eksistensi yang terus terjaga dalam lingkungan yang terus menekan," ungkapnya.

Pada situasi demikian, paparnya, terkadang sesuatu yang berhubungan dengan ideologi pun akan tersisihkan. "Maka keinginan untuk menjaga pamor dakwah menuntunnya menyelisihi akar ideologis," jelasnya. 

Untuk diketahui, pada video tersebut Mamah Dedeh mengatakan "Dan bahwa saya mengumumkan dari panggung Aksi Indosiar pada malam hari ini, siapapun Anda di negeri tercinta, Allah SWT mengatakan wama arsalnaka illa rahmatan lil' alamin, Nabi Muhammad diutus oleh Allah memberikan rahmat bagi segenap alam, bukan Islam Nusantara, bukan, coret". (Syamsul Arifin/Muiz)