::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Mentan Sebut Indonesia Sudah Berhasil Ekspor Holtikultura

Kamis, 05 Juli 2018 15:30 Nasional

Bagikan

Mentan Sebut Indonesia Sudah Berhasil Ekspor Holtikultura
(Foto: okezone)
Jakarta, NU Online
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut bahwa Indonesia berhasil swasemba holtikultura karena mampu mengekspornya, seperti bawang, cabai dan jagung.

"Dulu kita impor bawang. Sekarang kita sudah ekspor. Cabai dulu bergejolak, bawang dulu impor, sekarang sudah ekspor ke enam negara. Kita sudah ekspor," kata Amran di Putri Duyung Hotel, Jakarta Utara, Rabu (4/7).

Selain itu, ekspor juga terjadi pada jagung. Menurut Amran, sebelumnya Indonesia mengimpor jagung dari Argentina dan Amerika 3,6 juta ton dengan nilai 10 triliun, tapi pada 2018 ini sudah ekspor 200 hingga 300 ribu ton.

"Bisa bayangkan 10 triliun hanya jagung. Kita hemat defisa Indonesia. Kita sudah ekspor ke enam negara. Ini capaian dari teman-teman tanaman pangan," jelas pria yang pernah mendapat Tanda Kehormatan Satyalanca Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI pada 2007 itu.

Ia mengakui bahwa Kementerian Pertanian masih mempunyai pekerjaan rumah  yang harus diselesaikan seperti bawang putih. Oleh karenanya, pada kesempatan tersebut, ia berjanji akan segera menyelesaikannya.

"Ada yang belum sempurna, ya. Tapi yang terpenting ada enam komoditas startegis kita selesaikan dalam waktu tiga tahun lebih dan itu lompatan luar biasa ini. Puluhan tahun kita impor jagung, puluhan tahun kita impor bawang merah, puluhan tahun kita impor pangan lainnya. Hari ini kita sudah berani mengatakan dan menunjukkan kepada dunia bahwa impor kita kembalikan keadaan menjadi ekspor," terangnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)