: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menaker Ingatkan Dunia Industri Hindari Business Shock

Jumat, 06 Juli 2018 11:00 Nasional

Bagikan

Menaker Ingatkan Dunia Industri Hindari Business Shock
Manaker, Hanif Dhakiri (tengah)
Jakarta, NU Online
Era ekonomi digital turut mempengaruhi perubahan berbagai model bisnis. Untuk itu, Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengingatkan dunia industri untuk menyiapkan strategi transformasi industri, agar bisnisnya tidak mengalami business shock/guncangan.

Hal ini disampaikan Menteri Hanif saat menjadi narasumber diskusi dalam rangkaian acara Halalbihalal yang diselenggarakan DPN APINDO di Jakarta Selatan, Kamis (5/7).

"Kita harus buat strategi atau skema perubahan dalam dunia industri sehingga kita mampu mengantisipasi dampak negatif dalam era ekonomi digital," kata Menteri Hanif sebagaimana dirilis kemnaker.go.id

Kelengahan dunia industri dalam mengantisipasi, sebut Menteri Hanif, dapat menyebabkan dunia industri terjebak dalam business shock. Business shock ini meliputi 2 hal. Pertama, industrial shock. "Jangan sampai industri kalah bersaing, tidak relevan dalam era perubahan yang cepat, dan akhirnya tutup," ujar Menaker.

Kedua, manpower shock. Hal ini dikarenakan ekonomi digital turut mempengaruhi karakter pekerjaan di masa depan "Oleh karenanya, mau tidak mau, suka tidak suka, cepat atau lambat kita harus bertransformasi dalam mengantisipasi perubahan yang penuh tantangan," kata Menaker Hanif.

Dikarenakan ekonomi digital mempengaruhi perubahan karakter pekerjaan, Menaker Hanif juga mengingatkan agar strategi transformasi industri tersebut juga harus mempertimbangkan perkembangan sektor ketenagakerjaan.

Pemerintah sendiri, jelas Menaker, juga melakukan berbagai kajian untuk mengantisipasi berbagai jenis pekerjaan yang akan hilang di masa depan maupun jenis pekerjaan baru yang akan muncul. "Sinergi dan kerja sama dari pemerintah, dunia industri, dan pekerja itu sendiri menjadi sangat penting untuk kita tetap bertahan," kata Menaker menjelaskan.

Dalam kesempatan ini, Menaker pentingnya triple skilling untuk menghadapi manpower shock. Yakni skilling, upskilling, dan reskilling.

Skilling ditujukan bagi masyarakat yang belum terampil. Upskilling digunakan untuk meningkatkan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri. Serta reskilling yang bertujuan untuk memberi keterampilan baru kepada masyarakat yang mana keterampilannya sudah tidak relevan dengan kebutuhan dunia industri.

"Inilah yang pemerintah siapkan antisipasinya, sehingga bisa tercipta longlife learning dan longlife employability," papar Menaker Hanif. (Red: Muis)