::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Kiai Said: Tolong Dibahas Setelah 100 Tahun NU

Sabtu, 07 Juli 2018 15:15 Nasional

Bagikan

Kiai Said: Tolong Dibahas Setelah 100 Tahun NU
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj
Grobogan, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan pengalaman berharga 100 tahun NU. Apa yang akan diraih selama ini dan apa yang akan dipersiapkan ke depan. 

Kiai Said titip ketika sidang komisi nanti untuk melakukan banyak pembahasan tentang apa yang diinginkan NU setelah 100 tahun ke depan.  "Negara maju tak lepas dari civil society yaitu organisasi masyarakat," tegas Kiai Said. 

Hal tersebut disampaikan saat dirinya memberikan sambutan pada acara pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XV Nahdlatul Ulama Jawa Tengah yang berlangsung di Pesantren Miftahul Huda, Ngroto, Gubug, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, Sabtu (7/7) tadi pagi.

Pengasuh pesantren Al-Tsaqafah ini percaya bahwa Indonesia ke depan akan menjadi negara besar, tentu topangan NU menjadi keniscayaan yang tak terelakan.

Dikatakan, Hubungan NU dengan negara sudah selesai tinggal mengisi kehidupan kenegaraan dengan berlomba-lomba mengisinya dengan nilai-nilai keislaman. Tentu ini menjadi tantangan besar ke depan untuk mengupayakan kesejahteraan bangsa.

Satu hal lagi pesan yang disampaikan Kiai Said agar selalu menjaga dan memperbaiki hubungan sesama manusia (ishalahin bainannas). Kunci satu ini agar menjadikan kerukunan bagian dari kehidupan beragama dan berbangsa. 

Konferwil yang hanya berlangsung satu hari, membahas berbagai agenda penting, yakni laporan pertanggungjawaban, pengesahan hasil sidang-sidang komisi, dan pemilihan Rais dan Ketua PWNU Jateng untuk lima tahun ke depan. 

Sesuai AD ART NU, pemilihan rais melalui majelis Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), sedangkan pemilihan ketua melalui mekanisme voting dengan hak suara ada di utusan cabang-cabang NU se Jawa Tengah. (Zulfa/Muiz)