: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketua LAZISNU Jatim Evaluasi Kirab Koin

Sabtu, 07 Juli 2018 23:15 Pemberdayaan

Bagikan

Ketua LAZISNU Jatim Evaluasi Kirab Koin
Ketua LAZISNU Jatim, Noor Shodiq Askandar.
Jakarta, NU Online
Kirab Kotak Infak (Koin) NU yang diberangkatkan yang digagas NU Care-LAZISNU berjalan sukses. Sejak dilepas di Pesantren Annawawi Tanara, Serang, Banten 14 Maret 2018 hingga mencapai titik terakhir di Banyuwangi, Jawa Timur pada bulan Ramadhan kemarin, terhimpun dana rp1.823.904.850.

Ketua NU Care-LAZISNU Jawa Timur, Noor Shodiq Askandar menanggapi Kirab Koin NU dapat dilihat dari dua sudut pandang. Pertama  sebagai sebuah upaya mengembangkan gerakan sedekah di masyarakat. “Program ini bagus, karena melalui program ini semangat masyarakat untuk bersedekah menjadi lebih meningkat,” katanya, Sabtu (7/7) malam.

(Baca: 1,8 Miliar Terhimpun dari Kirab Koin)


Kedua, lanjut Noor Shodiq, dari sisi upaya branding dinilai sudah baik, terbukti kini masyarakat lebih mengenal NU Care-LAZISNU. “Kepercayaan dan kebanggaan masyarakat juga meningkat terhadap NU Care-LAZISNU,” ungkap dosen Unisversitas Islam Malang (Unisma).

Terkait adanya kekurangan pada pelaksanaan Kirab Koin NU, ia menyebut ada beberapa hal yang harus dibenahi. Ke depan harus dibentuk tim yang lengkap dan solid. Tidak seperti sekarang, di mana mobil Kirab Koin NU dibiarkan tanpa manajemen yang baik. 

(Baca: Nadhliyin Jatim Sumbang 1,6 Miliar lewat Kirab Koin)

Berikutnya promosi juga harus disiapkan lebih terencana. Serta yang sangat penting untuk ditingkatkan adalah jalinan komunikasi dibuat lebih lancar. 

Semua itu, menurut Shodiq diperlukan beragam persiapan. Untuk Kirab Koin NU ke depan akan lebih baik jika melibatkan daerah dalam perencanaan. "Hal ini bisa dilihat dari kota yang dikunjungi, jalur kirab, dan hasil pengumpulan dana yang njomplang antara satu daerah dengan  daerah lainnya,” imbau dia. (Kendi Setiawan)