::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

583 Pekerja Indonesia di Singapura Diwisuda

Senin, 09 Juli 2018 19:45 Internasional

Bagikan

583 Pekerja Indonesia di Singapura Diwisuda
Singapura, NU Online
Sebanyak 583 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil lulus dan diwisuda setelah mengikuti kursus pelatihan keterampilan kerja yang diadakan Pusat pendidikan dan Pelatihan Kerja (P3K) atau  Indonesia Training Center  (ITC) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.

Prosesi wisuda dilangsungkan dalam acara Graduation ke-9 Program Kursus di P3K, Ahad (8/7) di Hall Sekolah Indonesia. Wisuda dipimpin Dubes LBBP RI untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, didampingi Atase Ketenagakerjaan Agus Ramdhany Machjumi.

“Melalui pelatihan kerja ini, diharapkan PMI yang bekerja di Singapura dapat meningkatkan keterampilan kerja (skill) sekaligus menambah motivasi bekerja dan mempersiapkan usaha mandiri  saat pulang ke tanah air,” kata Atase Ketenagakerjaan, Agus Ramdhany Machjumi dalam keterangan pers yang diterima NU Online Senin (9/7).

Dubes LBBP RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya menyatakan dalam sambutannya bahwa P3K KBRI Singapura merupakan lembaga pendidikan non formal yang berfungsi untuk memajukan sumber daya manusia Indonesia di Singapura, khususnya bagi PMI.

Pusat pelatihan yang beroperasi sejak tahun 2009 ini membuka berbagai program kursus, di antaranya Bahasa Inggris, Komputer, Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, Tata Busana, Pelatihan Enterpreneurship, Peracikan Kopi (Barista), Baking, dan Bahasa Mandarin.

Menurut Atase Agus, penyelenggaraan kegiatan di P3K berpedoman pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (Permenakertrans) Nomor 8 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (Permenakertrans) Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Agus menambahkan, program pelatihan di P3K juga terus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan pengguna di Singapura. Salah satu program yang saat ini dalam proses pengembangan adalah caregiver yang memiliki enam kompetensi sebagai caregiver sesuai permintaan pengguna. Saat ini program masih berjalan karena membutuhkan durasi waktu selama satu tahun pembelajaran sehingga baru ada lulusannya pada Desember 2018. Program ini, tambah Agus, telah bekerja sama dengan stakeholder di Singapura.

“Program-program pelatihan kerja terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat baik bagi diri sendiri juga bagi masyarakat dan negara Singapura. Pemerintah RI juga berharap program ini dapat meningkatkan aspek perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran di Singapura,” tambahnya.

Atase Agus juga berharap, ke depan Pemerintah RI bisa memberikan dukungan akses modal bagi PMI. Sehingga dapat membantu PMI untuk berwirausaha setelah purna bekerja di Singapura.

Adapun rincian 583 PMI yang diwisuda dalam Graduation ke-9 P3K KBRI Singapura adalah Pelatihan Baking 65 orang; Pelatihan Barista 17 orang; Pelatihan Computer 109 orang; Pelatihan Bahasa Inggris 135 orang; Pelatihan Enterpreneurship 16 orang; Pelatihan Kecantikan Rambut 49 orang; Pelatihan Kecantikan Kulit 54 orang; Pelatihan Bahasa Mandarin 18 orang; Pelatihan Menjahit 120 orang. (Red: Kendi Setiawan)