::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Said: Nabi Muhammad Diperintah untuk Membangun Ummatan Wasathan

Selasa, 10 Juli 2018 09:30 Nasional

Bagikan

Kiai Said: Nabi Muhammad Diperintah untuk Membangun Ummatan Wasathan
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan, Nabi Muhammad SAW diperintah oleh Allah SWT untuk organisasi bernama ummatan wasathan (umat penengah, umat yang adil). Ia merujuk pada ayat Al-Qur’an yang menyatakan, wakadzalika ja’alnakum ummatan wasathan.

Prinsip wasathiyah (moderatisme) inilah yang menurut Kiai Said akan terus menjadi pondasi dan pegangan Nahdlatul Ulama sampai kapan pun. Bahkan di usia NU menjelang satu abad.

"Alhamdulillah NU akan memasuki usia 100 tahun. Dengan segala pengalaman, ada manisnya dan pahitnya. Kadang-kadang banyak temannya, kadang juga sendirian, tapi NU tetap akan bermanfaat bagi keberlangsungan Indonesia,” ujar Kiai Said, Ahad (8/7) di Jakarta.

Keberlangsungan NU yang terus melakukan upaya kebermanfaatan untuk umat karena NU memegang prinsip tawasuth, tasamuh, tawazun, i’tidal, dan amar ma’ruf nahi munkar. Prinsip kemasyarakatan tersebut yang menurut Kiai Said, NU akan terus mengalami kemajuan di tengah perubahan zaman.

“Selama prinsip itu dipegang, sampai kapan pun NU akan terus maju. Allah memerintah Nabi Muhammad untuk membangun organisasi, namanya umat, ummatan wasathan. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Kiai Said tidak menampik, menjelang satu abad usia NU, tantangan jamaah dan jam’iyah tidak mudah. Namun, melihat segala potensi yang ada di tubuh NU dan warganya, ia optimis NU akan selalu bisa menghadapi tantangan dan perubahan zaman. (Fathoni)