::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Care Terima Kunjungan Yayasan Dana Paramita Budha Indonesia

Rabu, 11 Juli 2018 00:00 Nasional

Bagikan

NU Care Terima Kunjungan Yayasan Dana Paramita Budha Indonesia
Studi banding Yayasan Dana Paramita ABI ke NU Care-LAZISNU
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU menerima kunjungan studi banding Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia (ABI), Selasa (10/7).

Sekretaris NU Care-LAZISNU Ahyad Alfida’i menyambut dan memaparkan profil singkat dan prinsip serta tanggung jawab yang diemban oleh NU Care-LAZISNU.

“Selamat datang. Di sini kita bukan studi banding, tapi tepatnya sharing, belajar dan berbagi pengalaman. Untuk NU Care-LAZISNU sendiri, secara resmi berdiri tahun 2004. Saat ini adala periode ketiga. Yang kita lakukan adalah mengingatkan masyarakat untuk berzakat, menunaikan kewajibannya,” ungkap Ahyad.

(Baca: Gerakan Sedekah Perkuat NU)

Ahyad juga menjelaskan mengenai sistem pengelolaan, penyaluran dan pelaporan yang dilakukan oleh NU Care-LAZISNU. NU Care berpijak atas kepercayaan masyarakat, karena dana yang dikelola adalah titipan masyarakat. "Kita beda dengan lembaga bisnis. Selain kita bertanggung jawab kepada agama, kepada kiai-kiai kita khususnya di NU, juga bertanggung jawab kepada negara," papar Ahyad.

Untuk itu, dilakukan adanya publikasi dan pelaporan. Pelaporan tersebut semuanya menjadi tanggung NU Care-LAZISNU di tingkat pusat. "Uangnya dikelola oleh masing-masing cabang, tidak diserahkan ke pusat," lanjutnya.

(Baca: LAZISNU Nganjuk Raih Kategori Lembaga Terbaik)

Canto Santosa, ketua Yayasan Dana Paramita ABI menanyakan bagaimana pengaturan struktur kepengurusan NU Care-LAZISNU yang menjangkau hingga ke tingkat paling bawah. Ahyad menjelaskan bahwa kepengurusan NU Care-LAZISNU berjenjang.

"Di tingkat provinsi ada PWNU, di kabupaten/kota ada PCNU, kecamatan ada MWCNU, dan di tingkat desa/kelurahan ada Ranting NU. Masing-masing itu kita bentuk LAZISNU-nya," jelas Ahyad.

Wakil Sekretrais NU Care-LAZISNU, Farida Farischa menambahkan ibarat sistem pemerintahan NU Care-LAZISNU seperti  kementerian. "LAZISNU, sesuai AD-ART adalah perangkatnya Nahdlatul Ulama," katanya.

Terkait keuangan atau banking, Farida mengatakan masing-masing daerah mempunyai nomor rekening sendiri, menghimpun dan mengelola sendiri. Tetapi yang melaporkan secara keseluruhan tetap di tingkat pusat. "Karena laporan yang mereka (daerah) himpun dan salurkan masuk ke kami di pusat. Yang diaudit juga pusat," jelas Farida.

(Baca: Ketua LAZISNU Jatim Evaluasi Kirab Koin)

Divisi Pendistribusian, Slamet Tuharie menambahkan, dalam upaya konsolidasi dengan daerah terdapat agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar setiap tahun. “Kita ada Rakornas, yang merupakan ajang konsolidasi kita. Untuk pelaporan dan perumusan target pencapaian per daerah. Untuk pelaporan kita juga ada laporan per semester,” ujar Slamet.

Di akhir sesi, para pengurus yang hadir berharap agar silaturahmi dan sinergi dapat terjalin.

Yayasan Dana Paramita ABI terbentuk sesuai SK Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI No. 31 Tahun 2018, yakni tanggal 11 Januari 2018. Yayasan tersebut dibentuk oleh Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI), yang terdiri dari beberapa organisasi antara lain Sangha Agung Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia, Sekber Yabuddhi, Wanita Buddhis Indonesia, Sekber PMVBI, Wulan Bahagia, dan Siddhi.

Pembentukan Yayasan Dana Paramita ABI dalam rangka memenuhi UU No 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan Junto, dan Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2010 tentang Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib, yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. (Wahyu Noerhadi/Kendi Setiawan)