: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Islam Nusantara, Islam China, dan Laksamana Cheng Ho

Rabu, 11 Juli 2018 21:00 Daerah

Bagikan

Islam Nusantara, Islam China, dan Laksamana Cheng Ho
Unisnu Jepara gelar diskusi Islam Nusantara di Jepara
Jepara, NU Online
Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar diskusi Islam Nusantara bertempat di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana, Selasa (10/7). 

Diskusi yang mengangkat tema Melacak Relasi Islam Nusantara dan Islam China mehhadirkan narasumber Wakil Rais PCINU Tiongkok, Ali Romdhoni dan Muhammad Nashrul Haqqi, Dosen Unisnu Jepara.

Seperti diketahui, jejak Islam di Nusantara erat kaitannya dengan budaya China. Dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia ada kontribusi China Muslim yang melawat ke negeri ini. Begitu pun di Jepara. Beberapa ornamen di Masjid Astana Sultan Hadirin Mantingan juga banyak dijumpai ornamen-ornamen khas China.

Ali yang juga dosen Unwahas dalam pemaparannya mengatakan bahwa ada banyak sekali masjid-masjid di Indonesia yang mempunyai ciri China, mulai dari bentuk bangunannya hingga ornamen-ornamen yang ada di dalam dan di luar masjid. 

“Beberapa masjid di Indonesia, di antaranya di daerah Tuban dan Pati juga terdapat lingga dan yoni, sebuah simbol yang erat dengan China. Begitu pun dengan motif ukiran yang menyerupai naga,” ujarnya yang telah menulis 50 essay selama menempuh studi di China.

Berbicara tentang relasi Islam Nusantara dan Islam China tidak bisa lepas dari Laksamana Cheng Ho. Sebagai seorang China Islam, Cheng Ho mempunyai andil besar dalam menyebarkan agama Islam di nusantara. Bahkan jejak-jejak Cheng Ho masih banyak ditemui sampai sekarang. Namanya juga diabadikan menjadi nama sebuah masjid di Tuban.

“Diskusi yang menarik, semoga diskusi ini bisa menjadi semacam pemantik bagi Unisnu, dan mahasiswa untuk ke depannya lebih giat dalam melakukan studi tentang jejak sejarah Islam di nusantara, khususnya di Jepara,” terang Faizin, staf UPT Pusat Kajian Aswaja Unisnu Jepara ini dalam siaran pers yang diterima NU Online.

Acara Jagong Islam Nusantara ini adalah rangkaian kegiatan dari peringatan Hari Lahir Ke-27 Unisnu Jepara. Pada perayaan harlah tahun ini, panitia mengangkat tema Unisnu Jepara Sebagai Pesantren Peradaban Islam Nusantara

Tema ini diangkat untuk menunjukkan eksistensi Unisnu Jepara sebagai perguruan tinggi milik warga nahdliyin yang niscaya menjadi garda terdepan dalam membumikan Islam Nusantara. (Syaiful Mustaqim/Muiz)