::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Presiden Jokowi Terima Hibah Mushaf Al-Qur'an Sulaman

Rabu, 11 Juli 2018 21:15 Nasional

Bagikan

Presiden Jokowi Terima Hibah Mushaf Al-Qur'an Sulaman
Pembukaan Kongres dan MTQ JQHNU di Istana Negara. Foto: Syaifullah Amin.
Jakarta, NU Online
Presiden Joko Widodo menerima hibah mushaf Al-Qur'an sulaman dari Ketua Cheng Ho Multicultural Education Trust (CMET) Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew pada Rabu (11/4) sore di Istana Merdeka, Jakarta. Hal ini dilakukan sebelum Presiden Jokowi membuka secara resmi Kongres dan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU).

Utusan Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin mengungkapkan mushaf tersebut dibuat oleh Muslimah dari Provinsi Ninxia, Tiongkok. Mushaf terbagi menjadi 30 gulungan dengan panjang masing-masing 17 meter.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia 2014-2015 itu menambahkan, meskipun Tan Sri adalah non-Muslim, tapi ia memiliki maksud niat dan tulus untuk umat Islam. Din mengatakan bahwa mushaf tersebut sengaja dihadiahkan kepada Presiden Joko Widodo mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia.

Hal ini dikonfirmasi oleh Tan Sri. "Karena Indonesia memiliki 220 juta penduduk muslim," kata Tan Sri usai acara.

Pengusaha asal Malaysia itu menyatakan bahwa tujuan membuat mushaf tersebut guna mempromosikan perdamaian, moral dan etika. "Kitab suci Al-Qur'an itu satu kitab dengan konten terbaik," katanya. "Qur'an is very good," imbuhnya.

Selain didampingi Din Samsudin, saat menerima mushaf tersebut Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. (Syakir NF/Kendi Setiawan)