: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Din Syamsudin Siap Jadi Ketum PBNU di Muktamar Mendatang

Kamis, 12 Juli 2018 02:00 Nasional

Bagikan

Din Syamsudin Siap Jadi Ketum PBNU di Muktamar Mendatang
Jakarta, NU Online 
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan siap menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada muktamar yang akan datang. Berarti ia akan mencalonkan diri pada muktamar ke-34 pada 2020.

“Saya siap menjadi Ketum PBNU di muktamar mendatang,” katanya pada peresmian pembukaan Kongres kelima Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/7). 

Sontak saja pernyataann Ketum Muhammadiyah dua periode, 2005-2015, itu menuai tawa dan tepuk tangan hadirin beberapa detik. Termasuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Presiden Joko Widodo.

Ia mengatakan sepert itu karena sebelumnya, Kiai Said, pada pidatonya mengatakan, yang terhormat mantan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumbawa Gus Din Syamsudin. 

“Saya tersanjung, saya merasa mendapat pengakuan masih menjadi bagian warga NU. Dan secara subyektif, itu dukungan bagi saya untuk bisa mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PBNU,” kelakarnya lagi.  

Ia juga mengaku masih rada hafal lagu Ya lal Wathan yang dinyanyikan peserta pada awal pembukaan sebelumnya. Namun ia menyanyikannya tanpa mengepalkan dan mengangkat tangan kanan. 

JQHNU mengelar kongres diawali dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional kedelapan dan diakhiri dengan MTQ tingkat internasional kedua di Pondok Pesantren Ashidiqiyah Karawang, (11-15/7). 

Peresmian kegiatan tersebut merupakan pertama kalinya dilakukan di Istana Merdeka dan oleh seorang presiden. (Abdullah Alawi)