: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pelajar NU Jadi Garda Terdepan Keberlangsungan NKRI

Kamis, 12 Juli 2018 10:00 Daerah

Bagikan

Pelajar NU Jadi Garda Terdepan Keberlangsungan NKRI
Rijalul Ansor Kabupaten Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Pringsewu Taufik Hidayat mengajak kepada para generasi muda NU untuk aktif berorganisasi di Jamiyyah Nahdlatul Ulama melalui badan otonom yang ada. Ia mengingatkan jika para generasi muda NU tidak peduli dengan NU maka bisa jadi, di masa yang akan datang Indonesia akan seperti kawasan Timur Tengah yang selalu dilanda peperangan.

Ia mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama adalah organisasi warisan para ulama nusantara yang memiliki jasa besar terhadap terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para ulama juga memiliki sumbangsih besar terhadap lahirnya ideologi negara yaitu Pancasila.

"Saat ini ada kelompok yang mengatakan bahwa negara kita taghut dan Pancasila itu ideologi yang tidak agamis. Padahal Pancasila diambil dari nilai-nilai agama. Perlu diingat yang terpenting dalam beragama adalah pengamalan. Islam tidak hanya digambarkan dengan pakai jubah saja. Intisari beragama adalah mengamalkannya," jelasnya.

Dengan kondisi seperti ini, Taufik mengingatkan tugas para pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk terus berusaha sekuat tenaga mempertahankan Indonesia melalui aktif dalam berorganisasi. Generasi muda harus bersatu-padu dalam barisan yang rapi untuk lebih kuat mengemban amanah kemerdekaan yang diembannya.

"Al-haqqu bila nizom, yagh libuhul baatil binnizom. Kebenaran yang tidak sistematik, akan dikalahkan kebatilan yang sistematik (terancang, red)," katanya saat memberikan pengarahan kepada para generasi muda dan pelajar dalam pembukaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu Lampung, di Kantor MWCNU Gadingrejo, Rabu (11/7).

Taufik menambahkan bahwa selain akan mendapatkan keberkahan, berkiprah di NU dengan ikhlas juga akan membawa kepada kesuksesan hidup di dunia. Sebagai organisasi warisan para ulama, NU juga mampu menjadi washilah (perantara) kesuksesan kehidupan akhirat sebagai mana doa pendiri NU Khadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari.

"Kalau ingin maju dan sukses maka berorganisasilah. Banyak hal yang akan didapat dalam organisasi. Apalagi yang diperjuangkan adalah NU. Kiai Hasyim Asy'ari berkata siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan khusnul khatimah beserta keluarganya," ujarnya.

Oleh karena itu sesuai dengan tema kegiatan yaitu Eratkan Persatuan dalam Wadah Pelajar Nahdlatul Ulama Ahlussunah Wal Jama'ah An Nahdliyah di Era Milenial ini, Taufik menilai bahwa pelajar NU lah yang menjadi garda terdepan pengkaderan Nahdlatul Ulama untuk keberlangsungan NKRI. (Muhammad Faizin)