: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Di PBNU, TGB Kembali Singgung Penyalahgunaan Ayat Perang untuk Politik

Kamis, 12 Juli 2018 09:45 Nasional

Bagikan

Di PBNU, TGB Kembali Singgung Penyalahgunaan Ayat Perang untuk Politik
TGB M. Zainul Majdi
Jakarta, NU Online 
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang melarang siapa pun yang menggunakan ayat-ayat perang di dalam Al-Qur’an untuk tujuan politik praktis karena Indonesia bukan wilayah perang. 

"Ya, tidak boleh," tegas TGB di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/7) kemarin.

Menurutnya, politisasi ayat-ayat perang menimbulkan berbagai dampak yang membahayakan, seperti menyebabkan salah paham di kalangan umat.

Dengan memakai ayat-ayat perang, katanya, umat akan menganggap bahwa perhelatan politik adalah kontestasi yang membinasakan. 

"Karena yang namanya perang itu to kill or to be kill, membunuh atau dibunuh," ucapnya. 

Selain itu, penggunaan ayat-ayat perang untuk tujuan politik praktis juga dinilai sebagai bagian dari penyelewengan terhadap makna ayat yang dimaksud. "Jadi itu perilaku menyelewengkan ayat dari makna sebenarnya. Wallahu a'lam," katanya. 

Bahkan dalam skala lebih besar, dampak dari penyelewengan itu, mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Itu bisa membahayakan keutuhan bangsa," jelasnya. 

Padahal, ia melanjutkan, perhelatan demokrasi yang terjadi lima tahun sekali itu semestinya berisi gagasan dan berlomba-lomba antara satu dengan yang lain untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. (Husni Sahal/Fathoni)