::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Harun Yahya dan Sejumlah Kontroversinya

Kamis, 12 Juli 2018 13:00 Internasional

Bagikan

Harun Yahya dan Sejumlah Kontroversinya
Harun Yahya (tengah). Foto: Anadolu Agency
Istanbul, NU Online
Nama Harun Yahya (62) cukup populer di Indonesia. Banyak buku dan videonya –terutama yang bertemakan anti-teori evolusi Charles Darwin dan pandangan Islam terkait teori tersebut-beredar luas di Indonesia. Namun siapa yang menyangka, Harun Yahya ditangkap kepolisian Turki pada Rabu, (11/7), dengan berbagai tuduhan, mulai dari membentuk geng kriminal hingga penganiayaan seksual.

Namun demikian, tahu kah kamu kalau ilmuan dan penulis Muslim asal Turki yang nama aslinya Adnan Oktar ini pernah beberapa kali berurusan dengan pihak yang berwajib hingga akhirnya ia pernah dimasukkan ke rumah sakit jiwa dan beberapa kali dijebloskan ke dalam penjara atas berbagai tuduhan.

Dikutip Daily Sabah, Harun Yahya ditangkap otoritas Turki untuk pertama kali pada 1986. Ia ditahan karena mempromosikan teokrasi, sebuah sistem pemerintahan yang berdasarkan kepercayaan bahwa Tuhan langsung memerintah negara, hukum negara yang berlaku adalah hukum Tuhan, dan pemerintahan dipegang oleh ulama atau organisasi keagamaan. 

Ia dipenjara di Departemen Obat Forensik selama 40 hari dengan kondisi kakinya dirantai ke tempat tidur. Namun setelah diperiksa, Harun Yahya ‘dianggap’ mengalami gangguan jiwa. Lalu kemudian, ia dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa Bakirkoy. 

Setelah mendekam di rumah sakit jiwa, dia mendirikan sebuah yayasan dan getol menulis dengan tema anti-teori evolusi. Ia memosisikan dirinya sebagai seorang kreasionis (pro-penciptaan). Ia berpandangan bahwa semua makhluk diciptakan oleh tuhan, bukan berevolusi sebagaimana yang dicetuskan Darwin.

Kontroversi Harun Yahya terus berlanjut, pada sebuah program televisi yang diselenggarakan Harun Yahya dicekal pengawas televisi Turki. Pasalnya dalam program televisi itu Harun Yahya membincang soal Islam dan ‘membumbuinya’ dengan perempuan-perempuan berpakaian seksi. Harun mengadakan acara talk show tersebut di stasiun televisinya sendiri, A9, yang diluncurkan pada 2011 silam.

Yang terbaru, Rabu (11/7), Harun Yahya dan 235 pengikutnya dicokok kepolisian Turki dengan berbagai macam tuduhan. Dilansir kantor berita Anadolu, Harun Yahya masuk dalam daftar orang yang paling dicari Departemen Pemberantasan Kejahatan Finansial Kepolisian Istanbul.  

Harun Yahya ditangkap kepolisian setempat di rumahnya di kawasan Cengelkoy. Saat penggerebekan, Harun Yahya sempat berusaha kabur ketika hendak ditangkap. Sebagaimana yang dilaporkan Anadolu, Harun Yahya dituduh melakukan berbagai macam tindakan kriminal. Mulai dari membentuk organisasi ‘geng’ dengan niat jahat, melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur, penculikan, sampai melanggar Undang-Undang antiteror. 

Pendidikan Harun Yahya

Harun Yahya berasal dari keluarga sekuler kelas menengah Turki. Namun demikian, semenjak masa sekolah dia mengaku tertarik dengan ajaran Islam.

Harun Yahya menjadi mahasiswa di Universitas Mimar Sinan pada 1979. Ia mengambil jurusan arsitektur interior. Pada saat kuliah, masyarakat Turki –terutama kalangan intelektual- tengah tertarik dengan pemikiran-pemikiran marxisme dan ideologi kiri lainnya. 

Harun Yahya –yang sudah mulai tertarik dengan Islam sejak sekolah- berupaya melawan ideologi kiri itu. Ia mulai banyak membaca buku-buku keislaman dan menceramahkannya. Hingga akhirnya, Harun Yahya melanjutkan studinya di departemen filsafat Universitas Istanbul. Tidak hanya berceramah, sejak saat ini Harun Yahya juga banyak menulis buku bertemakan Islam dan menyebarkannya.  

Hingga saat ini, Harun Yahya telah menulis lebih dari 300 judul buku. Buku-buku tersebut diterjemahkan ke dalam 37 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. (Red: Muchlishon)