::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Ansor Cilegon Minta BUMN Responsif kepada Pesantren

Kamis, 12 Juli 2018 13:30 Nasional

Bagikan

Ansor Cilegon Minta BUMN Responsif kepada Pesantren
Baja Krakatau Steel (tribunnews)
Cilegon, NU Online
Ketua GP Ansor Cilegon, Sholeh Syafe'i menganggap sah-sah saja santernya kabar beberapa perwakilan kelompok yang mendemo PT Krakatau Steel (KS) yang juga masuk rekomendasi jajaran Dewan Komisaris anak-anak perusahaan PT KS. Nama-nama perwakilan pendemo muncul bersama sejumlah nama lainnya yang juga turut direkomendasikan.

Sholeh menyebut muatan lokal masuk jajaran komisaris ataupun direksi adalah hal yang wajar dan memang sebaiknya seperti itu. "PT KS adalah salah satu BUMN yang berada di wilayah Kota Cilegon, maka sepantasnya juga masyarakat Cilegon ikut merasa memiliki aset negara ini," kata dia Rabu (11/7). 

Selain itu, sepanjang yang diketahuinya, di kota Cilegon banyak terdapat pondok pesantren NU, namun PT KS dirasakan belum banyak membantu pesantren-pesantren tersebut.

"Pondok pesantren ini kan punya andil besar bagi negara Indonesia. Tapi seringnya pejabat BUMN lupa akan jasa mereka. Para kiai NU serta ribuan santri  taat pada negara, ikut membela dan mempertahankan negara. Namun, giliran pesantrenminta tolong untuk perbaikan meja kursi, pejabat BUMN tidak merespon, pesantren ditinggal," sesal Sholeh.

"Pesantren minta bantuan untuk makan minum kegiatan, pejabat BUMN tuli. Proposal pesantren dikesampingkan," tambahnya.

Kementrian BUMN selayaknya bukan hanya mengakomodir muatan lokal untuk Dekom dan Direksi PT KS, namun juga perlu dipertimbangkan tingkat profesionalitas dan integritasnya bagi bangsa ini. "Masa iya ada Dewan Komisaris BUMN tapi jiwanya tidak untuk NKRI. Ini masukan buat kementrian BUMN," tegas Sholeh.

Hal lain yang tidak kalah penting juga sebagai masukan bagi Kementrian BUMN adalah Good Corporate Governance (GCG) harus diterapkan mulai tingkat atas. Jika diibaratkan manusia, lanjut Sholeh, PT KS seperti seorang kakek.

"Sudah tua renta dan hampir kolaps tapi banyak anak muda yang masih minta digendong. Banyak yang sibuk berebut besi tua atau skrap di PT KS. Ada pula yang sibuk membagi kue jabatan BUMN tapi juga lupa dengan apa yang membuat BUMN terpuruk. Bersihkan PT KS dari koruptor, sehingga PT KS bisa bangkit kembali dari keterpurukan dan menjadi produsen baja terkemuka dalam dan luar negeri," tegasnya.

Sholeh juga menyampaikan harapan dan doa untuk PT KS. "Semoga PT KS serta anak perusahaannya terus berjaya dalam upaya menyejahterakan taraf hidup masyarakat Kota Cilegon khususnya dan memajukan bangsa indonesia," pungkasnya. (Andra Imam Putra/Kendi Setiawan)