: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Tugas Berat Organisasi Pembaca dan Penghafal Al-Qur'an NU

Kamis, 12 Juli 2018 19:00 Nasional

Bagikan

Ini Tugas Berat Organisasi Pembaca dan Penghafal Al-Qur'an NU
Karawang, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah 3 Karawang KH Hasan Nuri Hidayatullah menyampaikan tugas berat Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) adalah bukan saja sebagai penjaga Al-Qur'an.

Masih banyak Muslim yang enggan mendaras Al-Qur'an. Jika pun sudah mendaras, tetapi orang itu tidak mau memahami hukum tajwid bacaannya. Sudah memahami hal tersebut, ia  enggan mendalami isi dan maknanya. Bahkan ada yang sudah mendalami maknanya secara komprehensif, tetapi masih jauh dari pengamalannya.
 
"Ini adalah bagian dari tugas terberat yang dimiliki oleh  Jamiyyatul Qurra wal Huffazh di masa yang akan datang untuk menjadikan Al-Qur'an lebih makmur di muka bumi yang kita cintai ini," kata kiai yang akrab disapa Gus Hasan itu dalam sambutannya sebagai sahibul bait pada pelantikan dewan hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional Kedua dan MTQ Nasional Antarpondok Pesantren Kedelapan di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (12/7).
 
Hal itu, menurutnya, sudah dikeluhkan oleh Kanjeng Nabi Muhammad saw.

يَا رَبِّ اِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوْا هَذَا الْقُرْاَنَ مَهْجُوْرًا
 
"Nanti suatu saat akan datang di mana kaum umat Islam yang mempunyai dasar utama adalah Al-Qur'an, justru banyak di antara mereka yang menghindari Al-Qur'an itu sendiri," kata Gus Hasan menerjemahkannya.
 
Karena tugas berat tersebut, maka Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat itu menyatakan bahwa tidak ada yang lebih mulia dari mereka yang mengajarkan Al-Qur'an ataupun belajar untuk dirinya sendiri sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi.
 
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاَنَ وَ عَلَّمَهُ

Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya
 
Di samping itu, pada kesempatan tersebut, Gus Hasan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada JQHNU karena telah ditunjuk sebagai tuan rumah. Ia percaya bahwa hal itu mendatangkan keberkahan baginya, pondok yang diasuh, dan Jawa Barat pada umumnya. Sebab, bukan hanya Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah saja yang bertindak sebagai tuan rumah, katanya, melainkan juga PWNU Jawa Barat. (Syakir NF/Abdullah Alawi)