::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Buktikan Cinta, Namai Anak dengan Banser NU

Jumat, 13 Juli 2018 08:00 Daerah

Bagikan

Buktikan Cinta, Namai Anak dengan Banser NU
Mojokerto, NU Online
Ada banyak cara dalam membuktikan cinta seseorang kepada yang disayangi. Tak terkecuali kecintaan terhadap Banser. Bahkan di Mojokerto Jawa Timur, ada yang menamakan anaknya dengan Laa Royba Fiih Banser NU

Adalah Kasiyanto, anggota Banser yang tinggal di Wonokerto, Warugunung, Pacet, Mojokerto, mengungkapkan kecintaanya terhadap Banser dengan nama tersebut. 

Menurut penuturan Muhammad Mahbubulloh selaku Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda  (GP) Ansor Pacet, bayi bernama Banser NU  tersebut lahir 4 Juli 2018 dalam keadaan sehat.  

“Kecintaan Kasiyanto  terhadap Banser membuatnya mantap memberi putranya dengan nama Laa Roybaa Fiih Banser NU,” katanya, Kamis (12/7). Dan nama tersebut telah didaftarkan pada akta kelahiran sang anak, lanjutnya.  

Sekretaris Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Mokhamad Yunus membenarkan informasi itu. “Kasiyanto saat ini menjabat sebagai Koordinator Bagana Pacet dan memang memberi nama putranya dengan nama tersebut,” katanya.  Penamaan putranya merupakan salah satu bukti kecintaann sang ayah terhadap Banser, lanjutnya.

“Nama itu kaligus harapan agar ananda Laa Royba Fiih Banser NU menjadi anak yang shaleh dan dapat meneruskan perjuangan ayahnya,” ungkapnya. 

Meski Banser sering dicaci dan difitnah, nyatanya semakin dicintai serta kian jelas keberadaannya dalam melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila. “Dan hal tersebut kian dibuktikan dengan pemberian nama sang buah hati,” pungkasnya. (Sufyan Amaras/Ibnu Nawawi