::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Konfercab, NU Batang Butuh Pemimpin Berkarakter Kuat

Jumat, 13 Juli 2018 11:00 Daerah

Bagikan

Konfercab, NU Batang Butuh Pemimpin Berkarakter Kuat
NU Batang peringati Harlah
Batang, NU Online
Salah satu agenda pada Konferensi Cabang XVII Nahdlatul Ulama Batang, Jawa Tengah yang dilaksanakan Sabtu hingga Ahad (14-15/7) di Pesantren Darul Ulum, Tragung, Kandeman untuk memilih Rais dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama masa khidmat 2018 hingga  2023.

Ada yang berbeda dalam proses pemilihan rais kali ini yaitu dengan menggunakan mekanisme AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi). AHWA terdiri dari lima orang ulama atau kiai yang diusulkan 15 Majelis Wakil Cabang NU se-Kabupaten Batang yang akan memilih dan menentukan rais. Hal ini merupakan hasil keputusan Muktamar NU di Jombang Tahun 2015 lalu.

Dijelaskan H Solihin, selaku Ketua Panitia Pengarah (SC) Konfercab XVII NU, bahwa AHWA merupakan mekanisme reorganisasi khas NU yang menempatkan posisi ulama atau kyai sebagai pemegang kebijakan tertinggi di organisasi. 

“Selain itu, dengan AHWA diharapkan dapat menjaga marwah organisasi dalam proses pemilihan pemimpinnya agar tidak terjebak pada kepentingan sempit individu atau kelompok tertentu,” katanya, Kamis (12/7).

Sedangkan pemilihan Ketua PCNU Batang dilakukan melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara oleh 15 MWC NU. Ini juga berbeda dengan Konfercab sebelumnya di mana pemilihan ketua melibatkan pengurus ranting di tingkat desa. 

Terkait siapa yang layak memimpin lima tahun ke depan, Maskur selaku Ketua MWC NU Kecamatan Bawang mengatakan bahwa PCNU Batang membutuhkan pemimpin yang visioner dan berkarakter kuat. 

“NU Batang diibaratkan sebuah kapal besar yang sedang berlayar menuju tanjung harapan. Tantangan yang akan dihadapi lima tahun ke depan sangatlah banyak seperti isu kemandirian ekonomi, memasuki tahun politik, pembangunan RSNU, dan maraknya hoaks serta ujaran kebencian yang ditujukan kepada NU,” terangnya.

Hal senada disampaikan Ustadz Nasrul Ahkam, Ketua MWC NU Kecamatan Batang. “PCNU Batang membutuhkan darah segar agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus bergerak. Kemandirian menjadi kata kunci untuk NU supaya dapat memberikan manfaat yang lebih nyata kepada nahdliyin,” katanya.

PCNU Batang mendatang dituntut dapat menyinergikan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk berkhidmat kepada masyarakat. Selama ini, diakui atau tidak, banyak potensi NU dan warganya yang belum digarap serta diintegrasikan secara maksimal. 

“Sebagai warga NU, saya ingin melihat NU Batang mempunyai rumah sakit dan bahkan kalau bisa, perguruan tinggi sendiri. Sehingga, jika ada warga NU yang sakit dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas namun dengan biaya terjangkau,” ungkap Zumrotun, seorang warga NU Blado. Warga ini ditemui ketika mengunjungi NU Batang Expo di Pondok Pesantren Darul Ulum, Tragung, Kandeman.

Pemilihan rais dan Ketua PCNU Batang masa khidmat 2018 – 2023 itu sendiri akan dilaksanakan Ahad (15/7) yang akan dipandu langsung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah. (M Arif Rahman Hahim/Ibnu Nawawi)