::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

HAUL SYEKH NAWAWI

Syekh Nawawi Al-Bantani Sang Penulis Produktif

Sabtu, 14 Juli 2018 09:45 Nasional

Bagikan

Syekh Nawawi Al-Bantani Sang Penulis Produktif
Hhaul ke-125 Syekh Nawawi al-Bantani, Jumat (13/7)
Serang, NU Online 
Syekh Nawawi al-Bantani (1813-1898) merupakan salah seorang tokoh Indonesia yang namanya masyhur hingga ke Timur Tengah. Namanya di kenal dunia karena keilmuannya yang tinggi. Ia juga banyak melahirkan kitab-kitab yang ditulisnya, yang meliputi berbagai disiplin ilmu keagamaan seperti tasawuf, tafsir, dan fiqh.

"Syekh Nawawi ini adalah orang yang sangat produktif di dalam mencetak kitab-kitab," kata Rais 'Aam PBNU Kiai Ma'ruf saat menyampaikan sambutan pada acara haul ke-125 Almaghfurlah Syekh Nawawi al-Bantani pada Jumat (13/7) malam di Banten.

Kiai Ma'ruf Mengatakan, sebagian besar kitabnya dicetak di Timur Tengah dengan berbahasa Arab. Di samping itu karya-karyanya menjadi sumber rujukan bagi mahasiswa-mahasiswa luar negeri yang sedang menyelesaikan tugas akademiknya.

"Jadi, beliau ini melahirkan berbagai sarjana-sarjana dari kitab-kitab yang dipelajarinya," ucap Pengasuh Pesantren An-Nawawi, Tenara, Serang, Banten yang juga merupakan keturunan langsung dari Syekh Nawawi. Namun demikian kitab karya Kiai Nawawi juga dipelajari di kalangan pesantren di dalam negeri.

(Baca: Kiai Ma'ruf: Ulama Indonesia itu Negarawan)
Syekh Nawawi Al-Bantani memiliki nama lengkap bernama Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani. Ia dilahirkan di Tanara, serang, Banten, pada tahun 1230 H atau 1813 M. 

Syekh Nawawi Al-Bantani adalah satu dari tiga ulama Indonesia yang mengajar di Masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dua yang lain ialah muridnya, Ahmad Khatib Minangkabau dan Syekh Mahfudz Termas. Ini menunjukkan bahwa keilmuannya sangat diakui tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di semenanjung Arab. 

Syekh Nawawi Al-Bantani mendapatkan gelar Sayyidu Ulama’ al-Hijaz yang berarti Sesepuh Ulama Hijaz atau Guru dari Ulama Hijaz atau Akar dari Ulama Hijaz. Yang menarik dari gelar di atas adalah beliau tidak hanya mendapatkan gelar Sayyidu ‘Ulama al-Indonesisehingga bermakna, bahwa kealiman beliau diakui di semenanjung Arabia, apalagi di tanah airnya sendiri. 

Acara haul Syekh Nawawi juga dihadiri sejumlah tokoh seperti Menteri Sosial Idrus Marham, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Katib Syuriah PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq, Sekjen Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) Hery Haryanto Azumi, Ustadz Solmed, perwakilan Kapolri, perwakilan Gubernur Banten, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. (Husni Sahal/Rozali)