::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peserta MTQ Beberkan Berkah Al-Qur'an

Sabtu, 14 Juli 2018 14:30 Nasional

Bagikan

Peserta MTQ Beberkan Berkah Al-Qur'an
Ilfi Zakiyah Darmanita
Karawang, NU Online
Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional Antarpesantren yang digelar oleh Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) tahun ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Nusantara, salah satunya Irfan Ahmad. Ia mewakili Quran Centre Batam, Kepulauan Riau, untuk cabang remaja.

Sebelumnya, Irfan sempat mengikuti MTQ Nasional yang digelar oleh Kementerian Agama tahun 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kala itu, Irfan berhasil menjadi terbaik pertama setelah pada MTQ sebelumnya ia gagal pada cabang Tahfidz Satu Juz.

Raihannya itu mengantarkannya datang ke Moskow, Rusia dan Tunisia untuk ikut serta pada MTQ Internasional. "Kalau mengharap orang tua di kampung macam tak mampulah. Saya pun mikir, saya orang pulau, orang tak berada, kok bisa sampai sini," katanya di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat pada Kamis (12/7).

"Orang kampung bangga, Bang," lanjutnya.

Pria 21 tahun itu  menceritakan, ia tumbuh di sebuah perkampungan terpencil di Kepulauan Riau. Untuk sampai pusat kota di Batam, ia mesti naik perahu berjam-jam. Di ibu kota provinsi tempat kelahirannya itulah, langkah pertama keliling dunianya dimulai.

Saat usianya hendak masuk tingkat Sekolah Dasar, ia ditunjuk oleh Quran Centre Batam untuk belajar secara gratis di sana. Ia dipilih karena petugas melihatnya berpotensi dengan suara yang ia miliki. Karena orang tua pun merestui, ia akhirnya diboyong ke tempat tersebut. Sejak itulah, ia mulai mendalami Al-Qur'an.

Saban siang, ia berlari-lari guna mengurangi hal-hal yang mengganggu tenggorokannya. Ia pun latihan tilawah setiap hari. Tak ayal, hasil giatnya belajar itu mengantarkannya menjejakkan kaki di belahan benua lain, Asia, Afrika, hingga Eropa.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Tafsir Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Batam itu juga pernah diundang untuk melantunkan ayat suci Al-Qur'an di Istanbul, Turki dan Dubai, Uni Emirat Arab.

Sementara itu, Muhammad Ihsan Ramadhan sudah menjadi terbaik kedua pada program Semesta Bertilawah di sebuah stasiun televisi swasta saat usianya belum genap 10 tahun. Di tahun yang sama (2017), ia berhasil menjadi harapan kedua pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional di Tarakan. Sejak kecil ia sudah belajar bertilawah.

"Sudah belajar sejak tiga tahun," tuturnya, Jumat (13/7) malam.

Tak jauh berbeda dengan keduanya, Ilfi Zakiyah Darmanita juga mengaku sudah belajar bertilawah sejak kecil kepada ibunya yang juga qari. Peserta MTQ Nasional Antarpesantren Kedelapan cabang tilawah dewasa ini beberapa kali menjuarai MTQ tingkat nasional di berbagai bidang, seperti cabang murottal, tahfiz 1 juz tilawah, dan tahfiz 5 juz tilawah.

"Saya ikut MTQ lebih karena untuk menjaga hafalan," akunya. Sebab, katanya, dengan mengikuti MTQ, ia lebih giat untuk menghafal dan menjaga ayat-ayat yang sudah dihafalnya.

Peserta perwakilan PW JQHNU Sulawesi Selatan itu merasakan betul berkah Al-Qur'an. Saat ini, mahasiswi Pendidikan Agama Islam di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta itu mendapat beasiswa dari kampusnya sampai lulus. Di samping itu, biaya hidupnya juga ditanggung oleh dosennya dengan tinggal di rumah dosennya.

Ia sejak tahun 2003 sudah mengikuti MTQ di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. MTQ juga mengantarkannya bekeliling Nusantara guna mengikuti kejuaraan tersebut, di antaranya di Kendari, Papua Barat, Bengkulu, Banjarmasin, Pontianak, Ambon, hingga saat ini ia berada di Karawang. (Syakir NF/Kendi Setiawan)