::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Asdanu Komitmen Jaga Kampus dari Radikalisme

Sabtu, 14 Juli 2018 15:45 Daerah

Bagikan

Asdanu Komitmen Jaga Kampus dari Radikalisme
Asdanu komitmen jaga NKRI
Jombang, NU Online 
Sejumlah dosen yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Aswaja Nusantara (Asdanu) berkomitmen menjaga dari rongrongan ajaran dan gerakan radikal yang ada di kampus-kampus nusantara.

Berbagai upaya dilakukan mereka. Di antaranya melakukan kajian-kajian yang berhubungan dengan keberadaan radikalisme selama ini, termasuk kegiatan seminar nasional atau National Conference and Call for Papers yang diselenggarakan Jumat (13/7) di Universitas KH A Wahab Hasbullah Tambakberas, Jombang.

Ketua Pelaksana KH Wafiyul Ahdi mengatakan, Asdanu konsisten akan terus mengawal dan menjaga sejumlah perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia dari paham-paham radikal. Komunikasi serta koordinasi di internal pengurus Asdanu selama ini berjalan dengan begitu baik guna saling memberikan informasi terkait radikalisme.

"Setelah satu tahun deklarasi, sampai saat ini kita sangat intens berkomunikasi untuk menjaga kampus kita masing-masing dari radikalisme," ujarnya.

Peristiwa beberapa waktu lalu terkait terorisme yang berada di lingkungan kampus harus menjadi perhatian serius bagi sejumlah unsur di perguruan tinggi. Baginya, pengawasan terhadap kemungkinan masuknya radikalisme di kampus-kampus tidak boleh dianggap enteng.

"Jauh sebelum ada kejadian radikalisme masuk kampus itu, kita sudah mendeklarasikan Asdanu dan melakukan upaya-upaya pencegahan adanya radikalisme di kampus," ungkapnya. 

Menurut pandangannya, kampus harus berani melakukan langkah-langkah strategis dalam hal ini. Salah satu langkah yang dapat dilakukan misalnya menggalakkan budaya ke-NUan serta memasukkan materi-materi keaswajaan ala an-Nahdliyah.

"Semoga seminar ini bisa saling menguatkan iklim kita untuk menguatkan Islam moderat dan rahmat di kampus khususnya," ucap pria yang juga Ketua Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Hadir sebagai narasumber pada seminar nasional yang bertema 'Asdanu sebagai Jembatan Aswaja Kita Semua' ini yakni Ali Maschan Moesa Guru Besar Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Wakil Rektor Unwaha Fathulloh serta Ainur Rofiq Al-Amin eks HTI yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya. (Syamsul Arifin/Muiz)