::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Untuk Apa NU Mengadakan MTQ Antarpesantren?

Rabu, 18 Juli 2018 06:30 Nasional

Bagikan

Untuk Apa NU Mengadakan MTQ Antarpesantren?
Salah seorang peserta MTQ di JQHNU
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz Nahdlatul Ulama periode 2012-2018 Ari Masyhuri mengatakan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bertujuan mencari bibit-bibit unggul tilawah (pembaca) dan penghafal Al-Qur’an untuk dilakukan pembinaan tingkat lanjut.

Kemudian, kata dia, peserta terbaik bagi setiap cabang yang terdiri dari bidang tafsir, tahfiz, tilawah, kaligrafi dan qiraatul kutub (membaca kitab tafsir tanpa harakat) akan dipromosikan melalui kegiatan nasional dan internasional yang mewakili dari NU dan negara.

“MTQ juga sebagai pembinaan tingkat nasional yang dilakukan dilakukan secara berkelanjutan, meskipun berlangsung lima tahun,” katanya ketika ditanya tujuan dan manfaat MTQ yang berlangsung di Pondok Pesantren Ashiddiqiyah, Karawang, di sela MTQ nasional dan internasional yang berlangsung akhir pekan lalu. 

Kehadiran para peserta dari berbagai pesantren akan memberikan kontribusi kepada para peserta sendiri karena akan terjadi saling tukar pemahaman, keahlian, pengalaman dalam bidang Al-Qur’an. 

“Mereka (para peserta) bisa saja bertukar informasin tentang sistem pembelajaran tahfiz, tilawah, dan tafsir yang dilombakan dalam ajang MTQ Nasional antar pondok pesantren ini,” lanjutnya di Jakarta, Selasa (17/7). 

JQHNU sendiri mendapatkan manfaat karena bisa perkembangan mereka, di samping menapat data informasi pondok pesantren tahfiz Al-Qur’an yang berada di Indonesia. 

“Paling tidak, MTQ adalah ajang silaturahim para ahlul Qur’an santri milenial NU hari ini,” katanya lagi. 

MTQ pertama kali diadakan tahun 1954 oleh JQHNU secara mandiri. MTQ itu merupakan yang pertama kali diadakan di Indonesia. Pada perjalanannya, kegiatan MTQ ini menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan Kemenag dan lembaga-lembaga lainnya seperti MTQ RRI, MTQ BUMN, dll.

MTQ yang diadakan JQHNU ini merupakan cikal-bakal adanya MTQ di Indonesia dan menjadi sumber rujukan nasional sampai saat ini. (Luthfy Al-Fadany/Abdullah Alawi)