::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PIALA DUNIA 2018

Tuah Punggawa Muslim di Timnas Perancis

Rabu, 18 Juli 2018 08:15 Esai

Bagikan

Tuah Punggawa Muslim di Timnas Perancis
Timnas Perancis (Foto: Detik Sport)
Oleh Syakir NF

Kemenangan tim nasional Perancis menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia berjalan cukup mulus. Tujuh pertandingan yang dilakoni tima ayam jantan tanpa kekalahan. Mereka tak memetik poin sempurna setelah bermain imbang tanpa gol melawan Denmark. Tapi tambahan satu cukup bagi Perancis melangkah ke babak 16 besar dengan menjuarai grup C.

Tujuh dari 23 pemain yang diboyong Didier Deschamps beragama Islam. Hal ini menjadi warna tersendiri dalam skuad Les Blues. Bahkan, peran Paul Pogba sebagai gelandang tak terbantahkan dalam mengantarkan Perancis memuncaki kejuaraan dunia empat tahunan itu.

Gelandang Manchester United itu berhasil melesakkan satu gol di laga puncak. Tendangan melengkung dari kaki kirinya itu mengarah ke sisi kanan gawang dan mengecoh kiper Kroasia Danijel Subasic. Hasil akhir, Perancis menang meyakinkan di final melawan Kroasia 4-2.

Tentu perannya bagi timnas Perancis tidak dapat diukur dengan berapa kali bola hasil sepakannya itu masuk ke gawang lawan. Lebih dari itu, sebagai gelandang, peran pemain yang menjalani ibadah umrah sebelum berangkat ke Rusia ini cukup baik dalam menyuplai bola ke daerah pertahanan lawan.

Terbukti ia selalu menjadi starting line up kecuali pada laga melawan Denmark. Hasil imbang yang diperoleh Perancis dalam partai tersebut, mungkin juga, karena ketiadaan sosok pemain yang pernah merumput bersama Juventus tersebut.

Seperti Pogba, pemain Muslim lainnya Nabil Fekir juga mendapat jatah bermain yang sama, yakni enam pertandingan. Bedanya, ia menjadi pemain lapis kedua. Meskipun demikian, Fekir juga berperan pada beberapa menit akhir pertandingan.

Selain Pogba dan Fekir, lima pemain lain yang Muslim adalah N’Golo Kante yang bermain pada tujuh pertandingan, Benjamin Mendy, Ousmane Dembele, Adil Rami, dan Djibril Sidibe.

Dua puluh tahun lalu, punggawa Muslima timnas Perancis Zinedine Zidane mencetak dua gol di laga puncak melawan tim samba Brasil pada menit 27 dan 45. Timnas Perancis yang saat itu diarsiteki Aime Jacquet itu menang tiga gol tanpa balas. Satu gol tambahan yang dicetak oleh Emmanuel Petit di menit 90 menambah keterpurukan Brasil.

Pada tahun 2002 dan 2010, Perancis terseok-seok. Ia sama sekali tak memetik kemenangan. hasil terbaik diraihnya melawan Uruguay dengan hasil kacamata. Bahkan, ia harus menelan pil pahit akibat kalah dari Senegal (2002) dan Afrika Selatan (2010), dua negara Afrika yang tak diunggulkan sama sekali.

Pada tahun 2006, kesebelasan yang dipimpin oleh Zizou berhasil melangkah sampai partai puncak. Namun, keberuntungan tak berpihak kepada Perancis. Ia harus puas dengan posisinya sebagai juara kedua setelah kalah adu penalti melawan Gli Azzurri Italia. Meskipun demikian, sebagaimana Luka Modric pada tahun ini, sang kapten itu mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik.

Sementara itu, pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Paul Pogba berhasil melesakkan bola ke gawang Nigeria pada menit 79. Golnya dan gol bunuh diri yang dilakukan oleh Yobo pada menit injury time berhasil mengantarkan langkah negeri Eiffel itu menuju babak perempat final. Di situlah langkahnya harus terhenti oleh Jerman dengan gol tunggalnya yang dicetak oleh Hummels pada menit 12.

Selain Pogba, di tahun tersebut, Karim Benzema juga bersinar dengan tiga gol yang dicetaknya saat fase grup. Dua gol ia lesakkan ke gawang Honduras, satu lainnya ia masukkan ke gawang Swiss. Di samping itu, ada pula Muslim yang berhasil mencetak satu gol, yakni Mohamed Sissoko.

Para pemain Muslim di timnas Perancis tak hanya gelandang dan penyerang, tetapi ada juga yang menempati posisi sebagai pemain bertahan, seperti Erick Abidal, Adil Rami, dan Bacary Sagna.

Bagaimanakah pemain Muslim Perancis di Piala Dunia 2022 di Qatar nanti? Pertanyaan ini tentu akan terjawab empat tahun mendatang pada bulan November. Tetapi, jika Pogba, di usianya yang menginjak 29 tahun di piala dunia mendatang, masih dapat mempertahankan performa apiknya, tentu hal ini tidak bisa dilewatkan begitu saja oleh pelatihnya nanti. 

Pengalaman di beberapa liga dan gelaran internasional lainnya dapat memberikan stimulus tertentu bagi rekan-rekannya yang lebih muda.

Ousman Dembele, Nejib Fekir, dan pemain Muslim yang masih muda lainnya mesti banyak belajar agar dapat kembali tampil dalam gelaran piala dunia mendatang. Pada akhirnya, saya mesti mengucapkan, Felicitation!


Penulis adalah penikmat Sepak Bola